Kanal

Sesal Anak Korban Virus Corona yang Meninggal, Khawatirkan 7 Tukang Gali Kubur dengan Alat Seadanya

Anak dari korban meninggal Virus Corona, Eva Rahmi Salama mengungkap kesaksiannya.

Di sana tak ada petugas medis yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), yang ada hanya tujuh tukang gali kubur dengan alat perlindungan seadanya.

Sehingga, Eva mengaku khawatir jika tukang gali kubur itu ikut tertular.

"Dan pas pada saat sampai di pemakaman, saya pikir ada petugas yang memakai baju APD ternyata tidak, hanya tukang gali kubur berapa orang tujuh orang kalau enggak salah."

"Mereka cuma makai baju apa adanya terus sama pakai tutupan mulut terus pakai sarung tangan itu saja, makanya saya takutnya mudah-mudahan mereka tidak terpapar," cerita Eva.

Eva mengatakan dirinya khawatir meski jenazah Ibunya sudah dimasukkan ke dalam peti dan dilapisi dengan plastik.

"Meskipun itu jenazah Mama sudah dimasukkin ke dalam peti, direp lagi ama plastik gitu kan, tapi ya makanya itu langsung dikubur, enggak lama dari jam kematian," ujarnya.

Rachel Vennya Mampu Kumpulkan Dana Lebih dari Rp 7 M untuk Atasi Corona, Rp 2 M Disumbangkan ke PMI

Saat ditanya apakah jenazah ayahnya juga dimakamkan dengan cara yang sama, Eva mengaku tak tahu.

Namun, Eva menyayangkan bahwa ayahnya dimakamkan terlambat.

Padahal sepengetahuannya, jenazah Virus Corona harus segera dikubur maksimal empat jam.

"Enggak, kalau untuk Papah itu meninggal setengah empat tapi dikuburnya jam 7 (keesokan) paginya jadi sebenarnya itu sangat berisiko kan maksimal 4 jam itu harus dikubur tapi kenyataanya baru besoknya," kata Eva.

Halaman
1234
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko

Berita Populer