Virus Corona

WHO Ungkap Lockdown Kurang Efektif Cegah Sebaran Virus Corona: Bahayanya Penyakit akan Lompat Lagi

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Mike Ryan mengatakan bhahwa langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona harus dilakuak secara besar-besaran.

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Mike Ryan mengatakan bahwa langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona harus dilakukan secara besar-besaran.

Dikutip TribunWow.com dari The Hill pada Senin (23/3/2020), Mike Ryan di acara BBC Andrew Marr Show mengatakan bahwa kini harus fokus menemukan penderita Covid-19.

Setelah menemukan para penderita, harus segera dilakukan tracking di mana saja dan dengan siapa penderita melakukan kontak fisik.

Fakta Wanita Meninggal di Dalam Bus saat Perjalanan dari Jakarta, Sempat Dikira Korban Covid-19

Sehingga, penderita maupun yang terlibat kontak bisa langsung diisolasi.

"Yang benar-benar perlu kita fokuskan adalah menemukan mereka yang sakit, mereka yang memiliki virus, dan mengisolasi mereka, menemukan kontak mereka dan mengisolasi mereka," ujar Mike Ryan.

Menurut dia, langkah lockdown yang diterapkan banyak negara di dunia kurang efektif.

Pasalnya, jika suatu daerah hanya dikunci dan tidak melakukan penerapan kesehatan maka sia-sia.

Misal daerah yang di-lockdown itu dibuka maka penyakit bisa muncul kembali. 

"Bahaya saat ini dengan lockdown. Jika kita tidak menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kuat sekarang, ketika pembatasan gerakan dan lockdown itu dicabut, bahayanya penyakit ini akan melompat kembali," imbuhnya.

Lantas, Mike Ryan mencontohkan Korea Selatan, Singapura dan Cina yang melakukan pembatasan sosial sekaligus pengujian tes covid-19 secara massal.

Terancam Batal Juara Liga Inggris karena Virus Corona, Jurgen Klopp Singgung Fans yang akan Menggila

"Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus," ujar dia.

Lantas, Mike Ryan menambahkan bahwa vaksin memang diyakini akan datang.

Meski demikian, saat ini semua harus bekerja aktif.

Apalagi, vaksin diperkirakan baru bisa siap digunakan secara luas setidaknya setahun lagi.

“Vaksin akan datang, tetapi kita harus keluar dan melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang,” ungkap Mike Ryan.

Tanggapan Ahli Biologi soal WHO Ungkap Virus Corona Bisa Bertahan di Udara

 World Health Organization (WHO) baru saja mengungkap fakta baru bahwa Virus Corona bisa bertahan hidup di udara (survive in airborne).

Hadir di kanal YouTube Apa Kabar Indonesia Malam tv One pada Minggu (22/3/2020), Wakil Kepala Lembaga Eijkman Institute, Professor David Handojo Muljono lantas memberikan komentar.

Mulanya, Professor David Handojo Muljono mengatakan penularan karena dekat dengan penderita Virus Corona hingga terkena cairan dropletnya masih menjadi faktor terbesar penularan Covid-19.

• Istana Pastikan Birokrasi Tak akan Hambat Penanganan Corona, Dany Ichdan: Perlu Kita Jaga Sama-sama

Wakil Kepala Lembaga Eijkman Intitute, Professor David Handojo Muljono menjelaskan beberapa faktor mengapa peningkatan Virus Corona di Indonesia sangat cepat. (Channel YouTube Talk Show Tv One)

"Tapi lebih intens kalau melalui udara ataupun partikel-partikel yang terhirup," kata Prof David.

Pernyataan tersebut lantas mengundang presenter untuk bertanya terkait penelitian WHO yang dilakukan baru-baru ini.

"Prof David ini juga baru saja mengeluarkan hasil penelitiannya di awal pekan bahwa Virus Corona ini survive in airbone atau bisa bertahan di udara dalam jangka waktu cukup lama?' tanya presenter.

Prof David menjelaskan bahwa virus dari droplet orang batuk itu bisa bertahan di udara.

Hal itu dipengaruhi dengan kelembababan yang tinggi dan berat virus yang ringan.

Akibatnya, virus itu tidak akan mudah jatuh ke bawah.

• Pasien Positif Corona yang Meninggal di Batam Sempat Hadiri Acara GPIB, Ini Riwayat Perjalanannya

"Nah juga ini dapat diartikan bahwa virus itu bisa bertahan setelah seseorang batuk kan terutama kalau kelembaban tinggi dan berat jenis virus ini ringan."

"Sehingga dia tidak serta merta ketarik gravitasi bumi ke bawah tapi dia bisa melayang," ungkap Prof David.

Sehingga, jika orang berdekatan dengan pasien Virus Corona maka risiko penularan makin tinggi.

"Kalau jarak dekat lebih mudah terhirup begitu," lanjutnya.

"Jadi bisa mengambang, melayang?" tanya presenter lagi.

Prof David membenarkan pertanyaan presenter itu.

Meski demikian, virus akan perlahan turun.

• Tekan Virus Corona, Jerman Pilih Batasi Perkumpulan Maksimal 2 Orang daripada Karantina

Ia mengatakan bahwa ruang indoor mempengaruhi kecepatan virus turun hingga menjadi lebih lambat.

"Mengambangnya sih dia pelan-pelan akan turun tetapi ada aliran (proses terdahulu)."

"Terutama kalau jarak dekat dan indoor dikatakan kalau sirkulasi AC di ruang tertutup," katanya.

Lihat videonya mulai menit ke-4:35:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)