TRIBUNWOW.COM - Gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate mengaku merasa belum pantas untuk mengemban tugas sebagai kapten tim di Liga 1 2020.
Seperti yang diketahui, Makan Konate sempat menyandang ban kapten Persebaya Surabaya di sesi pramusim lalu.
Padahal Makan Konate merupakan pemain yang baru bergabung dengan Persebaya Suarabaya pada musim ini.
• Wonderkid Persebaya Surabaya Sebut Dua Tim Ini sebagai Lawan Kuat, Ternyata Bukan Persib Bandung
Dikutip TribunWow.com dari BolaSport.com, Jumat (28/2/2020), Makan Konate memang mengakui jika dirinya masuk dalam kandidat kapten Persebaya.
Namun mantan pemain Arema FC itu memilih menyerahkan kapten tim Persebaya kepada dua pemain lain yang dirasa lebih pantas.
Mereka adalah Hansamu Yama dan Rahmat Irianto.
Bahkan selain kedua pemain tersebut, Persebaya sebenarnya juga masih mempunyai Rendi Irwan.
"Aku belum dikasih tahu (menjadi kapten utama), pelatih bilang pilih Hansamu, Rian dan Saya, pasti prioritas buat mereka dulu," ujar Makan Konate.
Selain itu, Makan Konate mengaku tidak mengejar kapten tim, melainkan untuk memberikan kontribusi bagi Persebaya.
"Saya datang untuk kasih kontribusi pada tim, bukan jadi kapten, saya target mereka dulu, Hansamu dan Rian," jelasnya.
• Persebaya Surabaya Vs Persik Kediri, Bonek Bakal Dapat Kejutan, Ini Kata Panitia Pelaksana
Sementara itu, Makan Konate juga menjelaskan alasan dirinya menjadi kapten pada gelaran Piala Gubernur Jatim 2020 lalu.
Pemain asal Mali itu mengatakan alasannya cukup jelas, yaitu dua kapten utama Hansamu dan Irianto saat itu tidak bisa bermain.
Keduanya memenuhi panggilan untuk bergabung bersama Timnas Indonesia.
Sedangkan untuk di Liga 1 2020, Hansamu dan Irianto sudah kembali dan tentunya juga ban kapten akan dikembalikan.
"Di Piala Gubernur itu karena tanpa mereka (Hansamu dan Rian) di panggi TC timnas, coach kasih sama saya, sekarang mereka sudah balik dari TC, saya mau bagi sama mereka," katanya.
Lebih lanjut, Makan Konate juga tidak mau membicarakan hal itu terlalu jauh.
Dirinya mengaku belum berbicara langsung dengan pelatih Aji Santoso.
"Aku belum bisa bicara banyak untuk itu (kapten utama Persebaya) nanti saya lihat dulu, kalau sudah konfirmasi bisa bicara, sekarang belum," tutup Makan Konate.
• Persebaya Vs Persik, Aji Santoso Anggap Kemenangan Bajul Ijo di Pramusim Belum Tentu Jadi Jaminan
Joko Susilo Pasang Target Realistis Hadapi Persebaya
Gelaran Liga 1 2020 akan dibuka dengan derby Jatim antara Persebaya Surabaya vs Persik Kediri.
Laga Persebaya Surabaya vs Persik kediri akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/2/2020) malam.
Pertandingan Persebaya vs Persik kediri menjadi laga pembuka resminya kompetisi sepak bola paling akbar tersebut.
Persik Kediri sebagai tim yang baru hadir di Liga 1 2020 harus langsung dihadapkan dengan klub berat, Persebaya Surabaya di kandang lawan.
Hal ini tentunya akan menjadi adrenalin tersendiri bagi anak asuh Joko Susilo.
Padahal, Persik Kediri sempat dilumat Persebaya pada laga pramusim Piala Gubernur Jatim 2020.
Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (10/2/2020) Persik Kediri harus menyerah dari Persebaya Surabaya dengan skor 1-3.
Hal tersebut tentu saja pengalaman kalah tersebut bakal menjadi momok tersendiri bagi Persik Kediri.
Menatap hal tersebut, pelatih Persik Kediri, Joko Susilo telah mempersiapkan pemainnya yang akan diturunkan pada laga perdana.
• Persebaya Surabaya Vs Persik Kediri, Pemain Muda Bajul Ijo Ungkap Pesan Khusus Aji Santoso
Dikutip TribunWow.com dari TribunJatim.com, Jumat (28/2/2020), tim berjulukan Macan Putih itu memasang target untuk dapat mencuri poin di kandang Persebaya.
Meski demikian, Joko Susilo tetap memasang target realistis bagi skuatnya nanti.
Joko Susilo sadar betul bahwa Persebaya adalah tim berbahaya.
Untuk itu, paling tidak anak asuhnya miimal dapat mencri satu poin dari bajul Ijo.
"Target kami realistis dapat mencuri poin, bisa mencuri satu atau tiga, yang penting kami dapat poin," ungkap Joko Susilo.
Disinggung mengenai turnamen Piala Gubernur Jatim 2020, Joko Susilo telah melakukan evaluasi.
Ia menyebut, laga di kompetisi Liga 1 Bajul Ijo bakal berbeda dibandingkan saat turnamen tersebut.
Pihaknnya mengatakan bahwa Persebaya yang saat itu juara justru belum tampil total.
Oleh karena itu, Persebaya yang sekarang tentu akan jauh lebih berbahaya.
"Tentu kami evaluasi team work karena Persebaya saat ini berbeda."
"Saat itu, Persebaya masih belum tampil dengan kekuatan penuh," ungkapnya.
Di lain sisi, pelatih yang akrab disapa Gethuk itu mengutarakan bahwa timnya saat ini menemui problema.
Sebab, Persik Kediri sampai saat ini belum mendapatkan pemain asing di sektor depan.
"Persiapan ada sedikit kendala karena pemain asing depan kita masih belum bisa main. Alasannya, saya tidak bisa menyampaikan, yang jelas tidak bisa," kata Joko Susilo dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (28/2/2020).
(TribunWow/Elfan Nugroho/Rilo Pambudi)