Virus Corona

Bahas Virus Corona, Soleman Ponto Ungkit Konflik di Laut Natuna: Jangan-jangan Balas Dendam?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto dalam saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (4/2/2020).

TRIBUNWOW.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto angkat bicara soal isu adanya senjata biologis yang menyebabkan tersebarnya Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Soleman Ponto menyatakan isu soal adanya senjata biologis untuk sebarkan Virus Corona itu tak masuk akal.

Terkait hal itu, Soleman Ponto lantas kembali mengungkit konflik Indonesia dan China di perairan Natuna beberapa waktu lalu.

Di Depan Warga Natuna, Dokter Erlina Ungkap Penularan Virus Corona: Mudah-mudahan Ini Bisa Ditangkap

Di ILC, Ali Ngabalin Angkat Bicara WNI ke Natuna akibat Virus Corona: Pemerintah juga Manusia Biasa

Hal itu disampaikan Soleman Ponto melalui tayangan YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020).

"Kalau memang ini dibuat untuk senjata itu akan sulit," ucap Soleman.

"Karena senjata itu ada 3, apa itu senjata kimia, kemudian ada nuklir, yang terakhir biologi."

Soleman mengungkapkan, senjata biologi bisa membahayakan keselamatan si pembuat.

Karena itu, ia menilai tak mungkin Virus Corona berasal dari senjata biologis.

"Kimia dan nuklir ini barang mati bisa dikendalikan," kata Soleman.

"Tapi biologi ini barang hidup, bisa-bisa dia kembali ke yang pembuat."

Lantas, Soleman kembali menegaskan bahwa Virus Corona tak berasal dari senjata biologis China yang bocor.

"Sehingga ketika melihat perkembangan, tidak mungkin ini dibuat dengan khusus untuk ke China," terang Soleman.

"Kenapa? China tidak sedang perang."

Selain itu, Soleman juga menyebut Virus Corona tak mungkin sengaja dibawa dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Terus kedua, kalau ini membawa dari mana? Apakah dari Amerika ke mana-mana?," terangnya.

"Baju astronotnya kayak apa? Karena si pembawa ini bisa terserang si virus itu sendiri."

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (4/2/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Tanggapi Bully-an karena Tolak WNI akibat Virus Corona, Tokoh Natuna Ungkap Sudah Ditemukan 3 Dampak

Lebih lanjut, Soleman kembali mengungkapkan alasan yang menyebabkannya yakin Virus Corona tak berasal dari sejata biologis.

Kalaupun memang benar, tak akan ada satu pun orang yang mau membeli senjata biologis tersebut.

"Ketiga, kalaupun dibuat mau dijual ke siapa? Enggak ada yang mau beli karena dia bisa memakan diri sendiri," ungkapnya.

"Nah dengan adanya itu kesimpulannya dengan yang tadi bahwa ini tidak dibuat."

Meskipun begitu, Soleman tak menampik adanya keraguan pemerintah terkait asal Virus Corona.

"Tetapi alamiah yang sekarang sedang dicari, mengapa begitu?," ujar dia.

"Ini kembali lagi kepada tadi kita tuntut pemerintah, pemerintah kita pun pasti ini dibuat apa ndak?"

Menurutnya, pemerintah Indonesia memang perlu mengevakuasi WNI di Wuhan agar tak terjangkit Virus Corona.

"Ya ini intelijen usil, terus cepat-cepatlah bawa orang-orang Indonesia pulang ke Indonesia," kata Soleman.

Terkait hal itu, Soleman justru mengungkit kembali konflik China dan Indonesia di perairan Natuna.

"Karena kita punya masalah terakhir, masalah Natuna lagi dengan China," ujar dia.

"'Jangan-jangan ini balas dendam dia? Ini akan dikorbankan ini orang, cepat-cepatlah tarik pulang'."

Simak video berikut ini menit ke-2.45:

Tanggapan Mahfud MD

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal polemik karantina WNI dari China di Natuna.

Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD mengakui adanya kesalahpahaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan masyarakat Natuna.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusitu lantas meminta masyarakat Natuna memaklumi kesalahpahaman tersebut.

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube Kompas TV, Selasa (4/2/2020).

Mahfud MD mengakui adanya keterlambatan informasi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Di ILC, Soleman Ponto Blak-blakan soal Rumor Virus Corona karena Senjata Biologis: Siapa Mau Beli?

Hal itu menurutnya berkaitan dengan penyebaran Virus Corona yang begitu cepat.

"Memang terjadi semacam bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi karena perkembangan berlangsung begitu cepat," ucap Mahfud MD.

Ia menyebut, pemerintah Indonesia langsung mengambil tindakan cepat setelah pemerintah China mengizinkan evakuasi WNI di Wuhan.

"Sehingga begitu mendapat green light untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI dari Wuhan RRC itu langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna," terang Mahfud MD.

Lantas, Mahfud MD mengungkap alasan memilih Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Wuhan.

Menurutnya, Natuna adalah tempat yang tepat dan memiliki akses militer yang mudah.

"Dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu dengan cepat," kata Mahfud MD.

Menkes Terawan Ungkap Alasan Santai Hadapi Virus Corona: Lebih Besar Batuk Pilek Penyebab Kematian

Terkait penolakan warga Natuna, Mahfud MD mengklaim adanya kesalahpahaman.

Ia mengakui, pemerintah pusat terlambat dalam menginformasikan karantina tersebut ke pemerintah daerah Natuna.

"Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat," ujar dia.

Terkait hal itu, ia lantas berharap warga Natuna bisa memaklumi keterlambatan informasi tersebut.

"Dan itu supaya dimaklumi karena bisa diikuti dari semua media masa bahwa perkembangannya berlangsung dari menit ke menit," ujarnya.

"Sehingga kita melakukan tindakan cepat."

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)