TRIBUNWOW.COM - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan upaya antisipasi teror yang telah dilakukan oleh aparat keamanan di Jatim, menjelang perayaan Natal dan tahun baru.
Luki mengatakan upaya yang telah dilakukannya mulai dari mengerahkan ribuan personil gabungan TNI, Polri, dan instansi lain, hingga merangkul berbagai elemen masyarakat.
Dikutip TribunWow.com, mulanya Luki menegaskan komitmen dari aparat kemanan dalam menjaga keamanan di Jawa Timur (Jatim).
• Jelang Natal dan Tahun Baru Khofifah Indar Parawansa Paparkan Persiapan Antisipasi Serangan Teror
"Kami bersama Pangdam dan para pejabat dari TNI, kami telah melakukan pengecekan dan kami sampaikan dalam kesiapan pengamanan ini 15.000 personil kami siapkan untuk mengamankan Jawa Timur," ujar Luki di acara 'KABAR PETANG' tvOneNews, Senin (23/12/2019).
"Di mana TNI 5.000 sudah diserahkan kepada kami, begitu juga dari satuan-satuan dari Jasa Raharja, PMI dan stakeholder lain juga sudah diserahkan kepada kami," tambah Luki.
Kesiapan pengamanan di Jatim menurut Luki dilakukan di berbagai tingkatan wilayah.
"Dan kami bersama jajaran, tadi sudah disampaikan oleh Ibu Gubernur, bahwa pengecekan kesiapan ini berlaku di kabupaten-kabupaten," kata Luki.
"Di mana para kapolres dengan bupati, dengan wali kota melakukan kegiatan yang sama, yaitu mengecek kesiapan, memberikan rasa aman kepada seluruh gereja-gereja yang ada di Kabupaten Jawa Timur."
"Sehingga para jamaah yang akan merayakan Natal dan tahun baru nanti bisa merasa aman," lanjutnya.
Gereja Rangkul Ormas Islam
Selain upaya dari aparat kemanan, Luki menjelaskan dirinya juga sudah merangkul tokoh-tokoh agama setempat.
"Kami sudah siapkan juga, bahwa kehadiran kami kepada gereja-gereja dan tempat-tempat untuk liburan kami juga melibatkan di sini tokoh-tokoh agama," kata Luki.
Luki menjelaskan, dari pihak pengurus gereja juga sudah meminta bantuan ormas-ormas Islam untuk membantu penjagaan keamanan saat perayaan Natal nanti.
"Ternyata juga dari pihak gereja juga sudah melibatkan Banser, Kokam dan ormas-ormas Islam yang lainnya," paparnya.
Bergabungnya ormas dalam upaya pengamanan Natal, menurut Luki akan semakin memperkecil kemungkinan kerusuhan saat hari perayaan nanti.
"Ini menunjukkan keharmonisan antara umat beragama, dan ini juga membuat para jemaah dengan kehadiran umat Islam ikut serta dalam mengamankan Nataru atau Natal dan tahun baru," ujar Luki.
"Ini mudah-mudahan ini membuat perayaan Natal ini semakin marak dan nyaman, dan insyaallah dukungan masyarakat Jawa Timur dengan keberagaman agama dengan toleran yang tinggi akan membuat rasa aman," tambahnya.
• Kumpulan 30 Ucapan Selamat Hari Natal, Cocok Dibagikan Lewat WhatsApp, Facebook, dan Instagram
Luki juga menyampaikan dirinya telah menerima arahan dari Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjaga keamanan Jawa Timur saat Natal dan tahun baru nanti.
Ia mengatakan keamanan di Jawa Timur akan menjadi prioritas para aparat penegak keamanan nanti.
"Untuk tahun ini, sesuai dengan arahan dari Bapak Kapolri, Bapak Panglima," kata Luki.
"Kami diperintahkan untuk pengamanan tahun ini untuk betul-betul prioritas."
"Dan kami akan berikan pengamanan ini secara maksimal, 15.200 yang kami libatkan dalam pengamanan ini bersama TNI."
"Kami mudah-mudahan dengan didukung masyarakat, tokoh agama, bisa melaksanakan pengamanan dengan baik," imbuhnya.
• Puncak Mudik Libur Natal dan Tahun Baru pada Sabtu-Minggu, Ruas Tol Cipali Diberlakukan Satu Arah
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.50:
(TribunWow.com/Anung Malik)