Terkini Nasional

Arief Poyuono Sindir Erick Thohir soal Kasus Garuda: Erick Ini Harus Ngerti, Ini Cuma Hasil Kecil

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arief Poyuono sindir Erick Thohir soal publikasi kasus penyelundupan di pesawat Garuda Indonesia

TRIBUNWOW.COM - Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono menyayangkan langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang membuka kasus penyelundupan ke publik.

Poyuono menjelaskan kasus tersebut belum pasti dilakukan secara sengaja untuk menyelundupkan, karena adanya tindakan kooperatif pihak Garuda dengan Pabean.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, Jumat (13/11/2019), menurutnya kasus tersebut seharusnya diselesaikan di internal karena saham Garuda akan terkena dampaknya.

"Kasus Garuda ini mestinya harus case closed (kasus tertutup)," jelas Poyuono.

"Garuda ini perusahaan publik, perusahaan yang sudah melantai di bursa saham, yang sangat bisa terpengaruh dengan berbagai isu-isu," tambahnya.

Poyuono kemudian menyidir Erick Thohir yang seharusnya mengerti bahwa kasus tersebut bukan berarti dilakukan sengaja untuk menyelundupkan barang.

Karena adanya tindakan kooperatif dari pihak Garuda Indonesia.

"Si Erick ini harus ngerti, sudah case closed, ini kan cuma hasil kecil, artinya belum tentu juga ini namanya penyelundupan," ujar Poyuono.

Poyuono kemudian mengatakan jika memang ingin berniat menyelundupkan, maka Garuda Indonesia tidak akan bertindak kooperatif dengan Bea dan Cukai.

"Kalau yang namanya penyelundupan itu, tidak manggil Bea Cukai untuk meriksa pesawatnya," tegas Poyuono.

"Garuda kan mengajukan untuk memeriksa ke Pabean, atau kalau engga dia landingnya di tempat domestik, yang enggak ada orang bea cukainya."

"Artinya ketika Garuda mengirimkan surat ke Pabean, itu sudah niat baik," imbuhnya.

Poyuono justru meminta peran Bea Cukai yang lebih aktif dalam menelusuri kasus-kasus penyelundupan.

Ia juga mengingatkan ketika ditemukan barang yang illegal, bukan berarti ada niat menyelundupkan barang tersebut.

"Dari sisi ini, Bea Cukai itu yang aktif, bukan hanya random (acak), periksa semua," ujar Poyuono.

"Kalau memang itu dianggap barang yang tidak boleh masuk ke Indonesia, itu bukan berarti dia menyelundup," tambahnya.

Poyuono mengatakan alternatif yang dapat diambil adalah membuang barang tersebut atau mengembalikan lagi ke negara asal.

"Ya sudah kalau tidak boleh itu dibuang, atau dikembalikan lagi ke asalnya, bukan menyelundup," ucap Poyuono.

Ia menjelaskan ketika ada niat menyelundupkan, pesawat yang bersangkutan akan turun di tempat yang aman dari pantauan Bea dan Cukai.

"Kalau menyelundup enggak usah kita lapor ke Pabean, kita turunin saja di Medan, atau kita turunin di Batam, sehabis Batam - Jakartanya jadi penerbangan domestik, turun di terminal domestik," papar Poyuono.

Video dapat dilihat di menit awal

Erick Thohir Tertawa Ketahui Cucu Perusahaan Garuda Ini

Cucu usaha Garuda Indonesia bernama Tauberes viral diberbincangkan publik.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan KompasTV, Sabtu (14/12/2019), Tauberes merupakan jasa pengiriman barang.

Melalui laman tauberes.co.id, tercantum usaha tersebut melayani 3 produk jasa.

Tampilan laman Tauberes, anak usaha Garuda Indonesia yang viral (tauberes.co.id)

 

• Soal Orang Titipan di BUMN, Andre Rosiade: Yang Jualan Nama Presiden Enggak Laku sama Erick Thohir

Yakni jasa pengiriman paket, jasa kargo udara, dan jasa belanja online.

Dalam belanja online, Tauberes terhubung dengan situs blanja.com dan Sarinah Online.

Tauberes memiliki moto 'Kirim paket sesuka anda, Tauberes akan urus segalanya'.

Perusahaan dengan nama PT Garuda Tauberes Indonesia dimpimpin I Gusti Ngurah Ashkara Danadipoutra atau Ari Askhara sebagai Komisaris Utama.

Diketahui, Ari Askhara merupakan mantan Dirut Garuda Indonesia yang dicopot lantaran kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda mewah Brompton.

Erick Thohir Tertawa

Perusahaan Tauberes pun viral dan bahkan menjadi trending topic di Twitter.

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku tergelitik.

"Mohon maaf, buat saya sih menggelitik," ujar Erick Thohir.

"Ada cucu dari perusahaan Garuda, yang namanya Garuda Tauberes Indonesia, itu ada, coba lihat, saya belum detail loh ya."

Erick Thohir pun tertawa ketika menyebut nama usaha Tauberes.

"PT Garuda Tauberes Indonesia, hahaha," kata Erick Thohir terbahak.

• Reaksi Karyawan Garuda soal Tudingan Pelecehan terhadap Pramugari hingga Tanggapan Erick Thohir

Lebih lanjut, Ercik Thohir mengaku akan segera melakukan evaluasi rangkap jabatan yang ada di BUMN.

Menurutnya, secara etika, seorang direktur utama hanya boleh merangkap 2 jabatan sebagai komisaris di perusahaan lain.

Satu per satu perusahaan BUMN disasar Erick Thohir.

Yang terbaru adalah Krakatau Steel.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Erick Thohir telah memanggil petinggi Krakatau Steel untuk pembenahan.

"Kan mereka lagi dalam proses pembenahan bisnisnya, jadi dipanggil untuk memperbaiki kinerja," ujar Arya Sinulingga.

Selain Krakatau Steel, perusahaan Pertamina juga disasar Erick Thohir untuk dilakukan perbaikan.

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Erick menemukan fakta adanya 142 perusahaan yang menjadi anak cucu usaha Pertamina.

Hal tersebut terungkap ketika Erick Thohir melakukan rapat bulanan dengan Pertamina.

"Kemarin saya rapat dengan Pertamina, ternyata ada 142 perusahaan di Pertamina," kata Erick Thohir ketika ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Ia pun segera meminta direksi dan komisaris Pertamina untuk memetakan bisnis mereka.

• Erick Thohir Temukan Fakta Baru saat Bersih-bersih BUMN, Pertamina Punya 142 Anak Cucu Usaha

"Saya juga enggak mau nanti ternyata seperti saya bicara 142 perusahaan Pertamina hanya oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina," ungkap Erick Thohir.

"Nah, ini yang saya sudah minta laporan daripada direktur utama dan komisaris utama (Basuki Tjahaja Purnama/Ahok)."

(TribunWow.com/Anung Malik/Lailatun Niqmah)