Paskibraka Meninggal Dunia

Desak Putu Tiara, Pembawa Baki Paskibraka yang Meninggal secara Misterius Dikenal Gigih dan Humoris

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Desak Tiara ketika bertugas membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja.

TRIBUNWOW.COM - Meninggalnya anggota Paskibraka Buleleng 2019, Desak Putu Tiara masih menyisakan duka bagi orang di sekelilingnya.

Ia dikenal sebagai pribadi yang humoris dan gigih.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Bali, hal itu diungkapkan oleh Waka Kesiswaan SMA Negeri 3 Singaraja, Putu Merta Tanaya.

Tak Menyangka Rekan Sesama Paskibrakanya Meninggal, Sahabat Desak Putu Tiara Beberkan Hal Ini

Ia mengatakan semasa hidupnya, Tiara dikenal sebagai pribadi yang gigih dan pantang menyerah.

Sebab sebelum terpilih menjadi anggota Paskibraka dan menjadi pembawa baki saat penurunan bendara pada HUT ke-74 RI di Taman Kota Singaraja, Tiara sempat mencoba ikut seleksi paskibra pada 2018.

Namun saat itu ia dinyatakan belum berhasil lolos hingga akhirnya kembali mengikuti seleksi dan dinyatakan lolos pada 2019 ini.

"Tiara anaknya baik sekali. Tidak pernah punya masalah di sekolah."

"Tahun lalu dia juga sempat coba ikut seleksi Paskibra namun tidak lolos karena kalah di bodi."

"Akhirnya tahun 2019 ini dia berhasil membawa nama baik sekolah," kenang Tanaya.

Gadis berusia 17 tahun ini juga berprestasi di sekolahnya.

Tiara bahkan pernah tergabung tim inti basket putri di SMA Negeri 3 Singaraja, dan pernah berhasil meraih juara tiga di tingkat provinsi.

Tak hanya gemar bermain basket, di sekolah Tiara juga hobi bermain futsal dan sering berposisi sebagai penjaga gawang (keeper).

Di bidang organisasi, pada 2018 lalu ia sempat menjabat sebagai bendahara OSIS di sekolah.

Kepergian Desak Tiara juga membuat keluarga besar SMA Negeri 3 Singaraja bersedih.

Tanaya yang sempat menjenguk Tiara saat dirawat diruang ICU tak menyangka siswanya meninggal begitu cepat.

Di sekolah, seluruh siswa beserta guru sempat menggelar doa bersama agar siswi kelas XII IPS 1 itu diberikan kesembuhan.

"Saya juga tidak menyangka dia begitu cepat meninggalkan kami," ucapnya.

Terpukul, Ayah Kenang Momen Terakhir Bersama Paskibraka Pembawa Baki sebelum Meninggal: Saya Dipeluk

Sementara itu, Ni Kadek Putri Sila Yanti (17), rekan Tiara yang juga merupakan anggota Paskibraka Buleleng mengaku kaget atas kepergian Tiara.

Sebab menurutnya selama menjalani pelatihan Paskibraka, fisik Tiara terlihat kuat dan tidak pernah mengeluh sakit.

Ia pun mengenang kebersamaannya dengan Tiara sewaktu menjalani pelatihan sebagai anggota Paskibra.

Menurutnya, Tiara merupakan sosok pribadi yang ramah juga humoris.

Pelajar asal SMA Negeri 1 Tejakula ini mengaku sosok Tiara membuat masa-masa pelatihan menjadi indah dan penuh tawa.

"Kalau dia ketawa, suaranya keras sekali. Heboh lah orangnya."

"Dia yang membuat masa-masa pelatihan itu menjadi indah karena orangnya humoris." ujarnya.

Dilansir TribunWow.com dari Tribun Bali, Kamis (7/11/2019), Desak Tiara meninggal dengan kondisi paru-paru dan jantung rusak, serta lambung bocor, padahal ia dibawa ke RS hanya karena mengeluh demam dan pusing.

Dokter juga sempat melakukan serangkaian pengecekan untuk mengetahui kondisi tubuh Tiara.

Pengecekan tersebut mulai dari tes HIV serta pengecekan darah dan lendir.

Hasilnya pun negatif.

Kakek Tiara, Sadnyana menuturkan dokter yang menangani Tiara pun sempat kebingunan.

"Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.

Sadnyana menyebut Tiara sempat mengeluarkan cairan hijau pekat dari hidungnya.

Cairan yang dikeluarkan dari hidung tersebut mencapai setengah botol

Menurut penuturan dokter, cairan tersebut menandakan kondisi paru-paru dan jantung Tiara sudah rusak.

Tak hanya itu, lambungnya juga mengalami kebocoran.

Darah Tiara juga sempat diambil sampelnya untuk diteliti di Universitas Udayana Denpasar.

Tiara diketahui meninggal dunia di ICU Rumah Sakit Ketha Usada Singaraja, Bali pada Rabu (6/11/2019).

Kepergiannya yang begitu cepat membuat keluarganya terpukul.

Ayahnya menuturkan, Tiara sempat mengeluhkan sakit kepala dan demam.

Keluhannya mulai dirasakan oleh Tiara sekitar seminggu yang lalu.

Senin (28/10/2019), ia sedang belajar di sekolahnya, lalu ia mengeluh tidak enak badan.

Tiara lalu meminta izin gurunya untuk pulang ke rumah dengan dijemput oleh seorang anggota keluarganya.

Awalnya keluhan itu dinilai oleh Sugiarta sebagai keluhan yang biasa saja, sehingga ia hanya mengantarkan putrinya untuk berobat di dokter praktik.

Namun, hingga Jumat (1/11/2019) suhu badan Tiara tak kunjung turun.

Keluarga Tiara pun segera membawanya ke RSUD Buleleng untuk melakukan cek darah.

Sayangnya, setibanya di sana kondisi kamar inap sedang dalam keadaan penuh.

Tiara pun dilarikan ke RS Kertha Usada.

Misteri Meninggalnya Pembawa Baki Paskibraka Desak Tiara, Paru-paru dan Jantung Rusak, Lambung Bocor

Sugiarta sempat menuturkan Tiara sempat bercanda saat di ambulans.

"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah," katanya.

Sesampainya di rumah sakit dan hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, Tiara tiba-tiba berontak.

Kondisi tersebut membuatnya harus disunttikan obat penenang oleh pihak medis.

Selang beberapa menit, Tiara semakin drop dan tak sadarkan diri.

Seusai berjuang melawan rasa sakitnya, Tiara akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (6/11/2019) pukul 16.55 WITA.

Rencananya, jasad Tiara akan dikremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

(TribunWow.com/Fransisca Mawaski)