Agenda Presiden

Tegaskan Sudah 13 Kali Kunjungi Papua, Jokowi: Terjemahkan Sendiri Artinya Apa

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Jayapura, Papua, pada Senin (28/10/2019).

TRIBUNWOW.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan terkait kunjungan kerjanya saat meresmikan Jembatan Youtefa di Jayapura, Papua.

Dikutip TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/10/2019), Jokowi membandingkan jumlah kunjungannya ke Papua dengan daerah lainnya.

Menurut Jokowi, dirinya telah mengunjungi Papua sebanyak 13 kali, dan itu lebih banyak dibanding daerah lainnya.

Keterangan Pers Presiden RI, Jayapura, 28 Oktober 2019 (YouTube Sekretariat Presiden)

Prabowo Kini Jadi Menhan, Effendi Gazali Ungkap Posisi Awal yang Ditawarkan Jokowi: Tapi Dia Gak Mau

"Dua atau tiga kali itungan saya hari ini adalah yang ke-13 ke Tanah Papua, mungkin yang lain hanya dua, tiga atau empat kali," ungkap Jokowi pada Senin.

Meski begitu, Jokowi tidak menjelaskan daerah mana yang dimaksud.

Bahkan, Jokowi meminta publik untuk menilai sendiri maksud dari perkataannya tersebut.

"Di sini (Papua) sudah ke 13, udah terjemahkan sendiri artinya apa," tegas Jokowi.

Saat mengadakan jumpa pers, Jokowi juga menyampaikan beberapa pesan penting.

Pertama adalah Papua Youth Creative Hub (pusat kreativitas untuk anak muda), dan harapannya terhadap anak-anak muda Papua.

"Tapi yang jelas gagasan besar dibangunnya Papua Youth Creative Hub yang ada di Jayapura akan menandai pentingya lompatan-lompatan besar anak-anak muda indonesia khususnya anak-anak muda papua dalam rangka berkompetisi di dunia global," katanya.

Jokowi juga memberikan dukungan terhadap pembangunan pusat kreativitas yang dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda Papua untuk berkarya.

"Yang pinter-pinter, yang kreatif, yang inovatif, dikumpulkan dalam wadah besar yang namanya Papua Muda Inspiratif, itu betul-betul nanti memberikan dampak yang besar pada Tanah Papua," tambahnya.

Jokowi Optimis Papua Muda Inspiratif akan Beri Dampak Besar pada Tanah Papua

Kedua, Jokowi juga menyampaikan rencananya untuk memperbaiki ketimpangan infrastruktur dan konektivitas di Papua.

"Ya tetep sama kita akan ketimpangan (memperbaiki ketimpangan) terutama infrastruktur, konektivitas, akan terus kita kejar," ujar Jokowi.

Ia menginginkan agar tidak ada daerah yang tertinggal di Indonesia.

"Agar Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur memilki sebuah kesamaan, jangan sampai terlalu tertinggal sekali," jelas Jokowi.

Terakhir, Jokowi membahas fokusnya untuk memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Dan kemudian juga yang berkaitan dengan pembangunan SDM jadi prioritas untuk nanti 5 tahun ke depan," ucapnya.

Effendi Gazali Ungkap Kemungkinan Prabowo Maju Pilpres 2024 Didukung PDIP, Berawal dari Jadi Menteri

Lihat video selengkapnya:

Kunjungan Jokowi ke Papua

Jokowi membahas pembangunan infrastruktur saat mengunjungi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua barat, pada Minggu, (27/10/2019).

"Tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati, Pak Gubernur, mengenai yang pertama, jalan antara Manokwari dan Pegunungan Arfak yang tadi Pak Bupati menyampaikan minta segera diselesaikan dan diaspal. Maka kita segera selesaikan,"  kata Jokowi, seperti dikutip dari  kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Jokowi ingin adanya pembangunan infrastruktur akan mendorong majunya kegiatan pariwisata di daerah Pegunungan Arfak.

Lakukan Kunjungan ke Papua Barat, Jokowi Janjikan Pembangunan Jalan pada Wilayah Pegunungan Arfak

"Juga pariwisata agar orang bisa berdatangan berbondong-bondong dari Manokwari dan dari provinsi lain dari seluruh Tanah Air melihat keindahan Danau Anggi yang ada di Pegunungan Arfak. Tadi saya sudah lihat dari atas, begitu sangat indahnya danau itu," tambah Jokowi.

Pembangunan bandara juga menjadi pembahasan Jokowi pada kunjungan tersebut.

"Beri waktu saya dua tahun untuk menyelesaikan airport (bandara) yang ada di sini. Sehingga semuanya terbuka, masyarakat di sini bisa pergi ke mana pun dan airport  (bandara) adalah sebuah sarana transportasi yang sangat penting bagi penduduk yang ada di sini untuk bisa lebih maju ke depan," jelas Jokowi.

Fasilitas publik turut menjadi perhatian Jokowi, dirinya meminta waktu dua hingga tiga tahun untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas publik.

"Tadi juga disampaikan banyak dari Pak Bupati mengenai rumah sakit, mengenai puskesmas, pasar, semuanya diminta oleh Pak Bupati. Saya akan berikan, tetapi mohon waktu paling tidak 2-3 tahun ya," kata Jokowi.

Setelah dari Arfak, masih pada hari yang sama, Jokowi mengunjungi Taman Kota Senja di Kabupaten Kaimana.

Mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat setempat, Jokowi ditemani Ibu Negara, Iriana, larut dalam suasana dan ikut menari bersama.

Keesokan harinya, Jokowi mengadakan kunjungan ke Kantor Bupati dan Pasar Wouma, Jayawijaya yang masih rusak pascakerusuhan Wamena.

Jokowi meminta pembangunan pasar dipercepat agar ekonomi masyarakat setempat dapat kembali berjalan normal.

"Pasar Wouma ini merupakan pasar di mana rakyat, masyarakat menjual produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh masyarakat di Wamena dan di sekitar Wamena. Baik itu dalam bentuk sayur, buah-buahan, dan juga barang-barang logistik yang diperlukan masyarakat Wamena dan sekitarnya. Sehingga ini kita berikan prioritas, didahulukan," ungkap Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa TNI dan Polri siap menjaga keamanan agar aktivitas ekonomi dapat kembali pulih.

"Saya kira aparat TNI dan Polri siap menjamin keamanan agar roda ekonomi yang ada kembali normal. Ya negara ini, Indonesia adalah negara besar. Jadi kalau ada masalah, ada problem kita selesaikan. Yang paling penting masalahnya selesai," tegas Jokowi.

Jokowi Beri Target 2 Minggu untuk Rehabilitasi Pasar Wouma yang Rusak Pasca-kerusuhan Wamena

Dikutip dari  kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/10/2019). Jokowi mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Wamena.

Jokowi berharap agar kondisi di Wamena dapat kembali pulih dari segi fisik maupun trauma politik.

"Kita semua ingin agar di Wamena ini kembali normal baik fisik maupun psikologis politiknya, dan saya meyakini dari apa yang disampaikan tadi oleh para tokoh, memberikan semangat kepada kita semuanya agar masalah ini bisa kita selesaikan secepat-cepatnya," kata Jokowi.

Pada kesempatan tersebut Jokowi juga menjelaskan kepeduliannya terhadap Papua dengan menyatakan Papua adalah provinsi pertama yang dikunjunginya setelah dilantik menjadi Presiden.

"Saya hanya ingin menunjukkan, setelah pelantikan pada periode ini yang saya kunjungi pertama adalah Tanah Papua. Pesan yang ditangkap mestinya jelas. Pesannya apa? Jelas. Enggak usah saya jelaskan," kata Jokowi.

(TribunWow.com/Anung Malik)