TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan sejumlah menterinya di Istana Merdeka pada Rabu (23/10/2019).
Anak dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya santer masuk kabinet Jokowi.
Namun, AHY maupun kader Partai Demokrat lainnya tidak ada yang masuk dalam kabinet.
• Komentar Demokrat soal Tudingan Megawati Dendam pada SBY, Tak Pernah Katakan Ketum PDIP Halangi AHY
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, akibat hal itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat, Syarief Hasan membantah bahwa pihaknya telah menyodorkan AHY sebagai menteri.
Sedangkan, pertemuan antara SBY dan AHY dengan Jokowi maupun Megawati beberapa waktu lalu hanya silaturahmi.
"Jadi apa yang terjadi sekarang itu, selama ini adalah merupakan hubungan komunikasi yang intens saja sebagai seorang negarawan, sebagai ketua umum partai dan sebagai mantan presiden," kata Syarief dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (27/10/2019).
Kini pihaknya hanya ingin menghargai Jokowi yang telah menyusun Kabinet Indonesia Maju
"Kita harus hargai saya pikir itu. Mari kita berikan kesempatan kepada kabinet ini untuk bekerja secara maksimal," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Sekali lagi, Syarief menegaskan Demokrat tidak membahas masalah menteri pada Jokowi.
"Kita setelah pelantikan menteri tidak ada komunikasi," sambung Syarief.
Sementara itu, akibat tidak masuknya AHY ke dalam Kabinet Jokowi, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dituding memiliki dendam pada Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Megawati disebut sebagai penyebab gagalnya AHY masuk Kabinet Jokowi.
Tudingan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Andi Arief.
Syarief Hasan menilai bahwa tudingan tersebut hanya opini pribadi Andi Arief.
• Dituding Berselisih, Puan Maharani Bongkar Hubungan Megawati dengan SBY: Sering Ketemu, Ibu Juga
Syafief Hasan menegaskan bahwa Demokrat tak pernah menuding Megawati menghalangi AHY masuk ke dalam Kabinet Jokowi.
"Itu pribadi lah, Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu (Megawati halangi AHY masuk kabinet)," kata Syarief.
Lantas, Syarief mengungkap hubungan antara Megawati dan SBY sekarang.
Syarief mengatakan, hubungan antar Ketua Umum partai tersebut baik-baik saja.
"Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," kata dia.
Senada dengan Syarief, Ketua DPP PDIP, Said Abdillah juga meminta agar semua pihak tak berkata sembarangan.
Said Abdullah meminta agar Andi Arief jangan asal bunyi mengeluarkan pernyataan tanpa adanya bukti yang kuat.
"Ya menurut saya yang pertama itu, letakanlah segala sesuatu sebagaimana porsinya, jangan Andi Arief jangan main politik asal bunyi, tidak beretika," ujar Said.
Menurut Said, penyusunan kabinet Jokowi sudah sesuai dengan konstitusi.
Jokowi lah yang sebagai presiden berhak menentukan siapa saja yang bisa masuk dalam kabinetnya.
Termasuk, AHY yang pada akhirnya tidak masuk dalam jajaran menteri Jokowi.
Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani (Instagram @puanmaharaniri)
"Karena apa? Dalam konstruksi konstitusi kita, pemilihan menteri itu adalah wewenang penuh prerogatif presiden, sehingga tidak ada hubungan dengan bu Mega. Itu yang pertama," kata Said, Minggu, (27/10/2019) dikutip dari Tribunnews.com.
Megawati dinilai tak 'baper' dalam dunia politik.
Sehingga, Megawati tak mungkin menyimpan dendam pada SBY maupun AHY.
"Tidak mungkin lah seorang ibu Megawati, seorang negarawan, sudah makan asam garam politik Indonesia, tiba-tiba ditembak oleh Andi Arief seolah-olah dendamnya ibu Mega," jelas dia.
Ia lantas miminta agar tudingan itu tak diperpanjang.
Dan menegaskan bahwa istilah dendam itu tidak ada.
• Kader Demokrat Tak Jadi Menteri meski SBY Sudah Bertemu Jokowi, Ibas: Kami Hanya Menonton
"Tidak ada itu, di kami semua tidak ada itu. Berakhir sudah itu, enough is enough. Tak boleh lagi kita mengembangkan istilah dendam dan sebagainya," lanjutnya.
Sementara itu sebelumnya, Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyebut Megawati memiliki dendam pada SBY dan AHY.
Bahkan, Jokowi disebut gagal meredakan dendam dan mendamaikan Megawati pada SBY.
Hal itu diungkapkan melalui akun resmi Twitternya @AndiArief_.
"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono.
Ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono.
Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu," demikian tulis @AndiArief__ pada Sabtu (26/10/2019).
"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah.
Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," sambung Andi Arief.
Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyebut Megawati memiliki dendam pada SBY dan AHY. (Twitter @AndiArief_)
(TribunWow.com/Mariah Gipty)