TRIBUNWOW.COM - Suporter PSM Makassar menggelar diskusi setelah tim kebanggaannya mengalami penurunan performa dalam sejumlah pertandingan.
Diketahui bahwa diskusi dengan tema "Ada Apa dengan PSM" digelar di Warkop Aweng, Jl Cendrawasih, Makassar, Sabtu (12/10/2019).
Dalam diskusi tersebut juga akan dihadiri oleh pegiat sepak bola Sulsel, manajemen PSM serta wartawan senior, dikutip TribunWow.com dari TribunTimur.com, Minggu (13/10/2019).
CEO PT PSM, Munafri Arifuddin dan pengamat sepak bola Sulsel, Syamsuddin Umar juga akan hadir di diskusi tersebut.
• Abdul Rahman Alami Cedera, Hanya Tinggal Munhar dan Aaron Evans di Lini Belakang PSM Makassar
Selain itu Dekan FTI UMI, Zakit Sabara yang juga eks Ketua Panpel PSM era 2012, Akademisi, Tri Sulkarnain Ahmad dan Wartawan Senior, Tawakkal Basri juga bakal hadir.
Sadakati Sukma juga berharap para suporter PSM Makassar bisa menghadiri diskusi tersebut.
Saat mengisi diskusi CEO PT PSM, Munafri Arifuddin secara mengejutkan mangatakan ingin Syamsuddin Umar bergabung dengan tim internal PSM Makkassar.
"Saya sangat berharap Pak Syamsuddin Umar bisa terlibat dalam tim. Tapi beliau tidak mau," ungkap Munafri Arifuddin atau biasa dipanggil Appi.
Syamsuddin Umar sendiri adalah seorang legenda yang sukses menjadi pemain dan juga pelatih di PSM Makassar.
Saat menjabat sebagai kapten di PSM Makassar, Syamsuddin Umar bahkan memenangkan Piala Presiden di tahun 1974.
Kemudian saat menjadi pelatih Syamsuddin Umar mampu membawa timnya menjadi juara di Piala Presiden periode 1991/1992.
Syamsuddin Umar juga mempersembahkan sebuah kemenangan di Liga Indonesia periode 1999/2000.
Munafri Arifuddin mengatakan bahwa Syamsuddin Umar alasan legend tersebut tidak bisa bergabung karena alasan lisensi kepelatihan.
• Laga PSM Makassar Vs Persipura Jayapura Ditunda, Panpel Ungkap 2 Alasan
"Soalnya Pak Syam ini hanya punya lisensi kepelatihan C nasional. Sementara standarnya di Indonesia kan bahkan berstandar AFC," ujar Munafri Arifuddin.
Diketahui bahwa standar untuk pelatih kepala di Liga 1 Indonesia adalah diharuskan memiliki lisensi A AFC atau di atasnya.
Sementara untuk pelatih satu lisensi yang diwajibkan adalah A AFC dan asisten pelatih dua dan pelatih fisik B AFC.
Munafri Arifuddin juga menungkapkan bahwa dirinya selalu meminta yamsuddin Umar untuk bergabung dengan internal PSM Makassar.
"Saya selalu minta gabung, tapi Pak Syam bilang capek sekolah (lisensi kepelatihan)," jelas Munafri Arifuddin.
"Jadi ada masalah surat-surat yang tidak lengkap. Makanya tidak bisa gabung," sambungnya.
CEO PSM Makassar Kecewa dengan hasil pertandingan Juku Eja
CEO klub sepak bola PSM Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil pertandingan Arema FC Vs PSM Makassar.
Diketahui PSM Makassar harus kalah dari Arema FC dengan skor akhir 0-2 saat berlaga di Stadion Kanjuruhan Malang pada Rabu (2/10/2019).
Kekecewaan Munafri Arifuddin itu diungkapkan melalui akun Instagram miliknya @appi_mika pada Rabu (3/10/2019).
Dalam postingan Instagram pribadinya, Munafri Arifuddin mengunggah sebuah foto yang meperlihatkan hasil pertandingan Arema FC Vs PSM Makassar.
• Jelang Laga Arema FC Vs PSM Makassar, Benny Wahyudi Ungkap Ingin Bawa Kemenangan untuk Juku Eja
Selain memposting hasil pertandingan, Munafri Arifuddin juga menuliskan sebuah caption.
"Hasil minor kembali didapatkan PSM Makassar dalam laga away di malang," tulis @appi_mika dengan emotikon sedih.
Sontak unggahan Munafri Arifuddin di Instagram membuat para pengikutnya memberikan beragam komentar.
Pemilik akun Instagram @armanollong menuliskan sebuah komentar mengenai para pemain dan pelatih dari PSM Makassar.
"Jangan salahkan pemain karna kita punya pemain sudah bagus semua, yang salah pelatih kurang pengalaman di indonesia dan miskin strategi," tulis @armanollon.
Hal serupa juga dikatakan oleh pengguna Instagram dengan nama akun @jalss14.
• Presiden Red Gank Sebut Pemain PSM Makassar Merasa Jenuh, Singgung soal Darije Kalezic
"Lupa cara menang #prayforpsm mungkin sudah saatnya evaluasi pelatih pak Appi. Kalau bisa kasih pelatih ultimatum," tulis @jalss14 dengan huruf kapital.
"Jika begini terus mental dan semangat pemain bisa turun, apalagi 3 laga terakhir mengalami kekalahan." sambung @jalss14.
Sementara itu akun Instagram @ahmadromy17 menulis sebuah komentar yang cukup lucu.
"Setan apa yang merasukimu, sampai tidak bisah sekali menang tandang," tulis @ahmadromy17 yang disertai dengan emotikon menangis.
Selain komentar lucu ada juga netizen yang memberikan masukan yang baik, akun Instagram itu adalah @ shofwanmuis.
"Perbaiki suasana ruang ganti pak. Tampak seperti ada ketidakharmonisan. Pemain gampang sekali melakukan blunder dan pelanggaran tidak perlu. Cenderung emosian," tulis @ shofwanmuis.
Diketahui bahwa tim sepak bola yang memiliki sebutan Juju Eja itu tidak pernah menang di laga tandang.
Selain itu PSM Makassar juga mengalami kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir.
Juju Eja bertanding melawan Semen Padang pada (23/9/2019), PSM Makassar harus kalah dengan skor 2-1.
• Laga PSM Makassar Vs Persipura Jayapura Ditunda, Panpel Kembalikan 367 Tiket
Sedangkan saat berlaga melawan Persipura Jayapura pada (27/9/2019) klub yang dilatih oleh Darije Kalezić juga mengalami kekalahan dengan skor 3-1.
Sementara itu, untuk kekalahan beruntun ketiga adalah saat PSM Makassar melawan Arema FC.
(TribunWow.com/Desi Intan)