TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR fraksi PDIP, Arteria Dahlan membongkar cara Presiden Joko Widodo saat mendapat usulan dari tokoh-tokoh masyarakat terkait Perppu KPK.
Hal itu diungkapkan Arteria Dahlan saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi pada Kamis (10/9/2019).
Namun, Aktivis HAM yang turut datang pada acara itu, Haris Azhar sempat menyinggung masalah typo atau salah ketik.
Mulanya, Arteria Dahlan menjelaskan bahwa usulan tokoh-tokoh masyarakat yang diundang oleh Jokowi beberapa waktu lalu juga telah didengar.
"Maka pendapatnya para tokoh-tokoh masyarakat kan dibahas ini sekarang ada temen-temen yang para tokoh-tokoh yang diundang presiden kan kita masukin lagi," kata Arteria Dahlan.
Selain itu, politisi 44 tahun itu juga mengungkapkan akan adanya revisi terbatas terkait UU KPK.
"Bahkan saya yang jadi agak ngebocorin sedikit, memang ada katanya kalau perlu revisi terbatas dan sebagainya lah katanya," jelas dia.
• Arteria Dahlan Bongkar Isi Rapat Terakhir DPR terkait Perppu KPK: Kalau Bisa Direkam dan Diumbar
Sehingga, Arteria Dahlan merasa Jokowi juga mendengar keinginan masyarakat.
"Ini kita hormati, jadi bukannya presiden buta dan tuli."
"Artinya apa? maksudnya gini presiden (bukan) buta dan tuli, presiden ini menyerap semua masukan yah," lanjut Arteria Dahlan.
Jokowi disebut secara rinci memperhatikan ajuan-ajuan tokoh masyarakat.
"Begitu artikelnya, bang bisa dikasih contoh ya bang yah artikel satu-satu nih bahkan titik komanya dibahas, oh iya nih," ujar Arteria Dahlan.
Lantas, Haris Azhar menyinggung masalah adanya typo atau salah ketik dalam adanya pengajuan revisi UU KPK.
"Ada yang typo enggak nih,?," tanya Haris Azhar.
"Kalau yang typo itu masukan dari Pak Mensesneg masalah 40 tahun dan 50 tahun kan," jawab Arteria Dahlan.
• Disebut Arteria Dahlan Desak Jokowi Terbitkan Perppu, Feri Amsari: Yang Mendesak Itu Partai Politik
Akibat pengakuan ada typo-nya itu, presenter acara, Haris Azhar, serta Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi yang turut hadir bertanya-tanya.
"Kenapa ada typo-nya ya bang?," tanya presenter.
"Kalau saya lihat," ujar Arteria Dahlan belum selesai.
"Dibaca?," sela Sultan Rivandi.
"Pasti dibaca," tegas Arteria Dahlan.
"Setiap halaman kan diparaf," tanya Haris Azhar lagi.
Kemudian, Arteria Dahlan menjelaskan, typo-typo itu terjadi karena adanya kesalahan teknis manusia.
"Jadi gini ya Bung, saya ini yang ngikutin harmonisasi dan sinkronisasi selalu kita katakan semua pasal ini begini ya, tapi kita tidak bisa pastikan karena kami tidak menunggu sampai petugas ketik itu selesai."
"Kami sudah pastikan ya sinkronisasi begini-begini yah siap pak-siap pak, siap pak terakhir begitu."
"Ini bener-bener kalau saya katakan wallahi (demi Tuhan) nih saya katakan human error," papar Arteria Dahlan meyakinkan.
• Diingatkan Haris Azhar, Arteria Dahlan Ungkap Duka Cita bagi Akbar Alamsyah setelah Doakan Wiranto
Kemudian, Haris Azhar sempat memprotes pernyataan Arteria Dahlan yang dianggap bias.
"Itu enggak boleh itu bahasanya dia. Itu betul, wallahi itu bahasanya bias," protes Haris Azhar.
Lantas, Staf Ahli Kepresidenan, Ali Ngabalin yang berada di sisi kiri Arteria Dahlan membela bahwa kata wallahi yang digunakan Arteria Dahlan bertujuan untuk meyakinkan bahwa pernyataannya benar.
"Untuk memastikan pernyataanya benar dan tidak bercanda," sela Ali Ngabalin.
Lihat videonya mulai menit ke-11:24:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)