TRIBUNWOW.COM - Seorang sopir bus di China dihajar sampai pingsan lantaran membiarkan ibu hamil turun dari pintu depan.
Dilansir TribunWow,com dari Scmp.com, Selasa (17/9/2019), pelaku pemukulan yang tidak disebutkan identitasnya itu pada awalnya sedang menunggu bus di sebuah halte yang terletak di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China pada Kamis (12/9/2019).
Saat pelaku melihat seorang wanita turun melalui pintu depan bus, dirinya merasa marah lantaran ibu hamil itu telah melanggar peraturan setempat.
• Identitas Lengkap Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Truk Vs Bus Rosalia, Rute Jogja-Sumatera Selatan
Diketahui bahwa di China penumpang memang bisa turun melalui pintu bus yang berada di bagian tengah.
Sopir bus dengan nama keluarga Lu (31) menjelaskan akan sulit untuk seorang wanita hamil apabila keluar melalui pintu tengah.
Karena bisanya pintu bus bagian tengah memiliki tangga yang cukup tinggi.
"Saya membiarkannya (ibu hamil) turun lewat pintu depan karena akan sangat sulit jika wanita itu lewat pintu tengah," jelas Lu.
Pelaku itu pun bertanya kepada Lu mengapa wanita itu dibiarkan keluar lewat pintu depan.
"Dalam peraturan seharusnya penumpamg lewat pintu tengah bukan pintu depan, kenapa kamu membiarkannya," ucap pelaku pemukulan pada saat itu.
Karena merasa marah dan tidak suka dengan tindakan yang dilakukan Lu, tiba-tiba pelaku berdiri dari bangkunya, lalu masuk ke dalam bus dengan berlari dan memukul kepala Lu.
• Bus Rosalia Terguling dan Dihantam Truk hingga 8 Jiwa Tewas, Sopir: Saya Lompat Pas Mau Terguling
Pada saat kejadian diketahui bahwa pelaku sedang berencana pergi bersama sang istri.
Dalam sebuah rekaman menujukkan bahwa Lu dipukul oleh pelaku hingga 32 kali.
Lu juga masih sempat mempertahankan kesadarannya agar bisa menepikan bus tersebut untuk menyelamatkan para penumpang.
Namun tidak lama setelahnya akhirnya Lu jatuh pingsan.
Saat bus sudah berhasil berhenti, penumpang yang lain menghampiri pelaku dan mencegahnya pergi.
Polisi yang datang pun segera menangkap pelaku pemukulan tersebut.
Seorang saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan saat itu pelaku marah-marah, dan sempat berteriak akan memukul serta membunuh Lu.
Lu yang masih berada di rumah sakit mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti mengapa pelaku marah dan memukulnya.
• Keterangan Polisi soal Kecelakaan Maut Truk vs Bus Rosalia Indah, Kronologi, Jalur hingga Tersangka
Lu mengaku selama dua tahun menjadi sopir bus baru kali ini bertemu dengan orang yang seperti itu.
Diketahui bahwa kekerasan terhadap sopir bus bukanlah hal yang langka.
Pada Mei 2019, sopir bus di Shaxi, China juga sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kekerasan fisik.
Kepala sopir bus itu dihantam dengan semangka oleh seorang penumpang yang marah.
Penumpang itu marah karena bus tidak berhenti saat dirinya memanggilnya.
Penumpang tersebut memanggil sebuah taxi dan mengejar bus tersebut.
Setelah berhasil masuk si penumpang lalu melakukan penyerangan terhadap sopir bus itu.
Kejadian serupa juga terjadi pada Maret 2019 lalu, seorang lansia dari Provinsi Hunan, China nekat memukul sopir bus dengan tongkat miliknya karena diminta untuk menunjukkan kartu lansia.
(TribunWow.com/Desi Intan)