Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Kronologi Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Lagi Antre, Belasan Mobil Dihantam Truk dari Belakang

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kecelakaan beruntun terjadi di KM 91 Tol Cipularang dengan melibatkan sekitar 20 kendaraan yang terdiri dari truk, bus dan belasan kendaraan pribadi.

TRIBUNWOW.COM - Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91.200 Jalur B (Bandung arah Jakarta) Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menelan korban jiwa sebanyak delapan orang.

Dalam kecelakaan beruntun yang terjadi pada Senin (2/9/2019) pukul 12.20 WIB ini, setidaknya 20 kendaraan terlibat.

Dikutip TribunWow.com, Kasat Lantas Polres Purwakarta menjelaskan kronologi kecelakaan beruntun yang terjadi.

Kecelakaan beruntun tersebut bermula dari kecelakaan tunggal dump truck.

Yakni dump truck bernomor polisi B 9763 UIT bermuatan tanah datang dari arah Bandung menuju Jakarta.

Truk itu mengalami rem blong dan kemudian terbalik.

Ikut Tolong Korban Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Asep: Mereka Histeris, Ada yang Terbakar

Mengakibatkan terjadi antrean di jalur B sebanyak empat kendaraan.

Kemudian datang kendaraan dump truck B 9410 UIU dan menabrak 18 kendaraan yang berada di lajur lambat dan lajur cepat.

Mobil yang terhantam dari belakang berhamburan ke segala arah.

Sebanyak 20 kendaraan terdaftar terlibat kecelakaan.

Hingga Selasa (3/9/2019) pukul 08.00 WIB, data sementara jumlah korban kecelakaan beruntun saat ini total 28 orang.

Untuk korban meninggal kecelakaan beruntun yakni 8 orang, 3 luka berat dan 25 luka ringan.

Pekerja PT Jasa Marga, Asep Ayub (30) menjadi saksi kecelakaan beruntun Tol Cipularang (TribunJabar/ Erry Chandra)

Berikut Datanya:

1. Kendaraan dump truk nomor polisi B 9763 UIT

2. Kendaraan dump truk nomor polisi B 9410 UIU

3. Kendaraan Toyota Fortuner putih nomor polisi belum di ketahui

4. Kendaraan truk box putih nomor polisi B 9478 GCB

5. Kendaraan Daihatsu Xenia nomor polisi H 8670 KY

6. Kendaraan truk Hino nomor polisi B 9714 UYY

7. kendaraan Bus Po Budiman nomor polisi Z 7867 HC

8. kendaraan Toyota Avanza nomor polisi D 1780 UM

9. Kendaraan Mits Box nomor polisi T 9441 E

10. Kendaraan Hyundai Tucson nomor polisi B 12 AY

Update Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, KNKT Investigasi Penyebab Sopir Dump Truck Hilang Kendali

11. Kendaraan Toyota Etios nomor polisi D 1745 ACX

12. Kendaraan Toyota Avanza nomor polisi D 1889 YS

13. Kendaraa Toyota Avanza silver nomor polisi belum di ketahui.

14. Kendaraan Toyota Fortuner putih nomor polisi: A 1535 ZZ

15. Kendaraan Honda Freed nomor polisi B 1126 BJJ

16. Kendaraan Nissan Livina nomor polisi belum di ketahui

17. Kendaraan Honda Brio terbakar

18. Kendaraan Honda Mobilio terbakar

19. Kendaraan Masda terbakar

20. Kendaraan ligth truk nomor polisi D 8349 XI

KNKT Lakukan Investigasi

Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun yakni di Tol Cipularang, di KM 91.200.

Investigator KNKT, Budi Susandi menuturkan ada empat faktor yang diselidiki, dikutip TribunWow.com dari Kompas TV live, Selasa (3/9/2019).

"Kalau KNKT ini sesuai dengan investigasinya, melakukan data dan informasi di lokasi kecelakaan, baik dari infrastruktur, kondisi jalan, kendaraan, dari lingkungan, dan dari saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut," ujar Budi yang dihubungi melalui telewicara.

Sedangkan Budi menjelaskan bahwa di titik KM 90-140 Tol Cipularang memang rawan kecelakaan terjadi.

"Memang ini tol turunan panjang, jika pengemudi tidak hati-hati akan rawan terjadi kecelakaan, seperti mobil terguling atau susah dikendalikan," papar Budi.

Daftar Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Istri Saipul Jamil hingga Ketua DPRD Pernah Jadi Korban

 

Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun yakni di Tol Cipularang (Capture Kompas Tv)

Ia mengimbau pengemudi yang melewati jalur tersebut harus berhati-hati.

"Jadi memang di sini pengemudi harus hati-hati, pengemudi harus menurunkan kecepatan agar bisa mengendalikan mobil," sebutnya.

Sedangkan dalam kecelakaan yang sering terjadi, disebutkan Budi karena tidak mematuhi rambu lalulintas.

"Pengemudi ini tidak mematuhi rambu lalu lintas ya, kan sudah diberikan rambu ya maksimal kecepatan 80 ya, dan menjaga jarak aman 100 meter dari kendaraan di depan," jelas Budi.

Budi menjelaskan pihaknya akan menyelidiki apakah pengemudi dump truck memiliki kompetensi dalam membawa kendaraan berat.

"Nah pengemudi nnati kami akan lihat, yang pertama kompetensi pengemudi dalam membawa kendaraan yang besar, seperti dump truk," kata Budi.

"Yang kedua, kondisi kesehatan, apakah pengemudi sedang sakit atau bagaimana, atau lelah, mengantuk, atau terganggu."

Terganggu menurut Budi seperti mengemudi sambil menelepon, makan, atau lainnya.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY