Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Hukuman Kebiri Pedofil

Di ILC, meski IDI Tolak Jadi Eksekutor Hukum Kebiri untuk Penjahat Seksual, Ini Usulan bagi Pelaku

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabiro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Nazar mengatakan usulan lain selain hukuman kebiri kimia bagi pelaku predator.

TRIBUNWOW.COM - Kabiro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Nazar mengatakan usulan lain selain hukuman kebiri kimia bagi pelaku predator seks.

Diketahui, hukuman itu santer dibicarakan, lantaran Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memvonis pelaku pemerkosaan 9 anak yaitu Muh Aris (20) untuk dihukum kebiri kimia.

Dan pada hukuman itu, IDI menolak menjadi eksekutor dari hukuman kebiri kimia.

Sedangkan, Nazar menuturkan usulan lain saat menjadi narasumber program Indonesia Lawyers Club, dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube Indonesia Lawyers Club, Rabu (28/8/2019)

Nazar mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan saran lain, dengan memperpanjang hukuman kurungan.

"Kami waktu itu menawarkan hukuman tambahan, tambah kurungan badan, barangkali 3-4 tahun ," papar Nazar.

Seloroh Karni Ilyas saat Natalius Pigai Sebut Penjara Belanda Kosong: Bisa Kita Sewa Dong

Kabiro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Nazar mengatakan usulan lain selain hukuman kebiri kimia bagi pelaku predator. (Capture Indonesia Lawyers Club)

Ditambah pelaku dapat dihukum kerja sosial.

"Lalu di situ disuruh bekerja sosial, kata lain dari pada kerja paksa. Kerja sosial itu sekurang-kurangnya lembaga sosial bisa pulang modal. Itu bentuk bersama rehabilitasi fisik dan mental," sebutnya.

"Nah kami pernah mengusulkan, kami mengusulkan itu, kenapa tidak?"

Nazar juga menyoroti perihal uang yang dikeluarkan oleh pemerintah jika memang hukuman kebiri dilakukan.

"Dan ini jauh biaya lebih murah, untuk, (hukuman kebiri) jangankan sampai keropos, itu tahap ke empat. Kalau terjadi fatty liver, kalau terjadi bengkak-bengkak, itu waktunya cepat lho Bung, cepat lalu keluar semua air dari sini," jelasnya sambil menunjuk badannya.

"Pak Jaksa, saya tidak ingin mendramatisir ini, itu jauh lebih mahal," sebutnya.

"Dengan segala hormat ketidakmauan IDI kami tidak mau jadi eksekutor."

"Korban dan pelaku sama-sama harus direhabilitir sama-sama. Siapa tahu pelaku itu korban 20 tahun yang lalu. Kalau saya ngomong gini, saya dianggap membela. Tapi saya berterimakasih di forum ini bisa menyampaikan," pungkasnya.

Halaman
12