TRIBUNWOW.COM - Tiga orang menjadi pelaku dalam pembajakan Kapal Motor (KM) Mina Sejati yang sedang berlayar di perairan Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, Ambon pada Sabtu (17/8/2019).
Hingga Senin, (19/8/2019) 01.20 WIT, pelaku yang membajak KM Mina Sejati masih menyandera sebanyak 23 Anak Buah Kapal (ABK).
Pelaku pembajakan, ternyata merupakan ABK KM Mina Sejati sendiri, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com (18/8/2019).
Yakni tiga orang dengan identitas Nurul Huda (Masinis), Ferri Dwi Lesmana, dan Qersim Ibnu Malik.
Pada saat kejadian, ada 30 lebih ABK dan satu nahkoda bernama Ko Awi yang ada di atas kapal.
Dan 13 memilih melompat dari kapal untuk menyelamatkan diri.
• Kronologi Lengkap KM Mirna Sejati Dibajak, 13 ABK Nekat Ceburkan Diri ke Laut hingga TNI Buru Kapal
ABK yang melompat dari kapal, dua di antaranya tewas tenggelam.
“Jadi 13 orang ABK yang melompat ke laut. Dua orang meninggal dan 11 (lebih) lainnya selamat dan saat ini mereka sedang berada di KM Surya Terbit,” kata Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin, Minggu (18/8/2019).
Sedangkan diduga masih ada 23 ABK sebagai korban sandera yang masih berada di dalam kapal tersebut.
Saat ini, ketiga ABK pelaku tersebut juga belum berhasil diamankan TNI Angkatan Laut (AL).
“Informasi ini kami dapatkan melalui komunikasi via HP Satelit yang berada di KM Gemilang Samudera,” ujar Muslimin.
Karena ini berkaitan dengan kasus kriminal, pihaknya tidak bisa melakukan upaya pertolongan.
• Pimpinan KKB Egianus Kogoya Mengaku Kesal Disebut Orang Tak Dikenal meski Sudah Tembak Banyak TNI
Namun mereka akan bersiaga jika dibutuhkan oleh pihak berwenang.
“Karena ini merupakan kasus kriminal di mana penanganannya harus dari aparat yang bersenjata, maka kita tidak bisa lakukan proses evakuasi, nanti setelah diminta barulah kita lakukan,” ujarnya.
Hingga Senin (19/8/2019) pukul 01.20 WIT, pembajakan KM Mina Sejati masih berlangsung.
TNI AL Buru Kapal
Aparat TNI AL juga mengerahkan personelnya bersama KRI Teluk Lada (TLD)-521 untuk menuju ke lokasi kapal itu dibajak, namun belum ada hasil, dikutip dari Kompas.com, Senin (19/8/2019).
“Personel tambahan saat ini baru saja diberangkatkan pada pukul 00.45 Wit ke lokasi kapal yang disandera. Kita gunakan KN SAR 242 Bharata,” kata Muslimin, Senin (19/8/2019).
Jumlah personel tambahan yang dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK yang disandera itu terdiri dari 10 anggota Brimob, 3 anggota Polairud, 3 anggota Bakamla, 13 anggota Polres Kepulauan Aru dan 12 anggota SAR Pos Tual.
Selain KRI Teluk Lada dan KN SAR, operasi pemebebasan terhadap KM Mina Jaya juga melibatkan kapal ikan Gemilang dan KM Sanjaya.
KM Sanjaya diketahui mengangkut ABK yang menceburkan diri ke laut yang selamat.
• Terpilih di Pemilu 2019, Politisi di Pringsewu Justru Dilaporkan Cabuli Rekan Separtainya di Hotel
Dugaan Motif
Sedangkan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolof Bormasa menuturkan, hingga kini belum ada keterangan penyebab maupun kronologi kejadian tersebut.
“Kita belum bisa menyampaikan secara detail tentang kejadian pembajakan kapal itu,” kata Adolof.
Adolof menuturkan, pihaknya menduga ada masalah internal di antara sesama ABK di kapal tersebut.
“Kami menduga ada masalah internal ya antara sesama ABK,” kata Adolof, Minggu (18/8/2019).
Keadaan Kapal
Kembali dijelaskan oleh Muslimin, kondisi KM Mina Sejati disebut telah mengalami kebocoran dan kini nyaris tenggelam.
“Kondisi KM Mina Sejati bocor, kamar mesin sudah tergenang air, buritan tenggelam namun masih bisa mengapung” kata Kepala SAR Ambon Muslimin, Minggu (18/8/2019) malam.
Menurut Muslimin, informasi tersebut didapatkan langsung dari Komandan Armada KRI TLD-521 yang saat ini memimpin misi pembebesan terhadap KM Mina Sejati.
“Saya dapat informasi ini dari komandan armada kapal, informasi ini saya sampaikan ke kalian (wartawan) juga atas persetujuan dari Komandan Lanal Aru,” ujar Muslimin.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
WOW TODAY