TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengunjungi Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019).
Pertemuan tersebut adalah pertemuan pertama yang direncanakan, sejak Megawati dan Prabowo selalu berseberang politik.
Berikut TribunWow.com, rangkum sederet nostalgia saat Megawati dan Prabowo menjadi rekan politik, Rabu (24/7/2019):
1. Maju dalam Pemilu 2009
Diketahui, Megawati dan Prabowo Subianto sebelumnya pernah menjadi rekan politik.
Keduanya bahkan pernah menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu 2009 lalu.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/05/2009) Megawati-Prabowo saat itu adalah paslon nomor urut 1 dari 3 calon presiden.
Dua lawan Megawati-Prabowo yakni Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dengan nomor urut 2, dan Jusuf Kalla-Wiranto yang memiliki nomor urut 3.
Sat mencalonkan diri menjadi pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati-Prabowo diketahui mengusung tiga konsep dasar.
Konsep tersebut yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian budaya.
Namun, dalam pemilu 2009 tersebut, Megawati dan Prabowo kalah dari pasangan SBY-Boediono yang mendapatkan suara 60 persen.
• Megawati Soekarno Putri Sebut Sering Ditagih Prabowo Subianto Penuhi Janji untuk Bertemu
2. Usung Jokowi untuk Maju Gubernur DKI Jakarta
Setelah kalah dari pemilu 2009, Megawati dan Prabowo masih menjadi menjalin hubungan politik dengan baik, saat mengusung Joko Widodo menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2012 lalu.
Saat itu, Prabowo menjelaskan bahwa ia adalah orang yang mengajak Jokowi dari Solo Jawa Tengah, untuk maju ke Gubernur DKI Jakarta, bersama dengan Basuki Tajahaja Purnama (Ahok) yang saat itu masih menjadi politisi Partai Gerindra.
"Yang bawa Jokowi dari Surakarta ke Jakarta itu saya. Saya yang minta Bu Mega," ucap Prabowo dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/3/2014)
• Momen Kebersamaan Prabowo Subianto dan Megawati saat Santap Makan Siang Bersama, Lihat Foto-fotonya
3. Buat Perjanjian Batu Tulis
Megawati dan Prabowo diketahui juga pernah membuat perjanjian bersama.
Perjanjian tersebut dibuat saat keduanya masih sama-sama menjadi calon presiden dan calon wakil presiden di pemilu 2009.
Ada tujuh poin dalam perjanjian tersebut.
Satu di antaranya adalah tentang Megawati harus mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada pemilu 2014.
Namun, kenyataannya, pada pemilu 2014, PDIP mendukung Joko Widodo maju menjadi calon presiden bersama dengan Jusuf Kalla.
Hal tersebut, diduga menjadi awal renggangnya hubungan politik antara Megawati dan Prabowo Subianto.
Menanggapi perjanjian tersebut, Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Pramono Anung, sempat menegaskan bahwa perjanjian tersebut sebenarnya sudah tidak berfungsi lagi.
"Di sana kan memang ada butir-butir (perjanjian), tapi Mega-Prabowo tidak presiden, jadi tidak berlaku," kata Pramono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Senin (17/3/2014).
• Prabowo dan Megawati Bertemu, Pengamat Politik Nilai Kesepakatan Politik Tak akan Mudah Dilakukan
Seputar Pertemuan Megawati-Prabowo Pasca-Pemilu 2019
Diketahui, Prabowo Subianto mengunjungi Megawati Soekarnoputri pada Rabu (24/7/2019), sekitar pukul 12.30 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto mengenakan setelan batik berwarna hijau.
Tak datang sendiri, Prabowo Subianto didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo Subianto dikabarkan akan bertemu dengan Megawati dan juga Joko Widodo.
Hal tersebut sebelumnya dijelaskan oleh Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Poyuono, Selasa (23/7/2019).
"Kalau tidak ada halangan, besok Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas Joko Widodo bertemu jam 12.00," kata Arief Poyuono kepada wartawan, Selasa (23/7/2019), dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (23/7/2019).
Namun, sampai saat pertemuan tiba, Prabowo Subianto hanya bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, tanpa dihadiri oleh Joko Widodo.
(TribunWow.com)
WOW TODAY: