Sidang Sengketa Pilpres 2019

Bantahan Moeldoko soal Kesaksian 02 Hairul Anas di MK: Pihak Sebelah Juga Produksi Kebohongan TSM

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko.

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko membantah kesaksian kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas saat dalam persidangan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat sidang, Hairul Anas mengatakan bahwa kubu 01 telah melakukan perencanaan kecurangan sebelum Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Moeldoko menyatakan bahwa kubunya tidak mengajarkan untuk berbuat kecurangan.

Rocky Gerung Ungkap Pengalamannya saat Jadi Dosen Pembimbing Dian Sastro, Sebut sang Aktris Pintar

Melainkan menekankan untuk selalu waspada jika terjadi tindak kecurangan saat pemilu,

"Saya tidak pernah mengajarkan untuk berbuat curang, enggak, enggak ada," ujar Moeldoko, dikutip TribunWow.com dari Berita Satu, Jumat (21/6/2019).

"Yang saya tekankan adalah bagaimana harus waspada, harus mencermati situasi, siapa tahu nanti terjadi kecurangan."

"Konteksnya seperti itu, jadi jangan salah, jangan dibalik-balik," sambungnya.

Kepala staf kepresidenan ini juga menuturkan dugaan tindak kecurangan yang dinilai terstruktur, sistematis, dan masif oleh kubu 02 juga tidak terbukti dalam persidangan.

"TSM itu kan enggak terbukti di persidangan, di mana sih TSM-nya sampai sekarang kayaknya belum ketemu, kan begitu," ungkap Moeldoko.

"Jadi belum bisa menunjukkan fakta-fakta yang bisa menuju ke sana," imbuhnya.

Moeldoko justru menilai bahwa narasi kecurangan yang tersebar sudah dipersiapkan sebelum hari pencoblosan April 2019 lalu.

Menurutnya ada penggiringan opini supaya masyarakat mempercayai ada kecurangan dalam kontestasi pilpres.

"Narasi kecurangan itu sudah disiapkan sebelum pemilihan," ungkap Moeldoko.

"Dari awal saya sudah mengatakan, ada upaya sistematis yang menggiring kepada publik atas pembentukan opini."

"Itu yang pembentukan opini itu yang TSM."

"Kepada publik bahwa 01 itu curang, itu sebelum pemilu sudah dilakukan, dengan berbagai indikasi saya berani mengatakan," tambahnya.

Reaksi Jokowi soal Tuduhan Kubu Prabowo-Sandi dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK

Bahkan dirinya menyebut kubu 02 ikut serta dalam memproduksi narasi kebohongan.

Moeldoko mengatakan kebohongan tersebut dilontarkan berulang kali sehingga terjadi pembentukan opini di tengah masyarakat bahwa pilpres telah diwarnai tindak kecurangan TSM.

"Jadi menurut saya, dari pihak sebelah juga memproduksi kebohongan yang TSM ya kan begitu," tegas Moeldoko.

"Kebohongan yang terstruktur, yang masif, yang akhirnya masyarakat memasuki post-truth ya karena semburan yang berulang-ulang itu meyakini seolah-olah terjadi kecurangan," tegasnya.

Simak videonya dari menit pertama

Kesaksian Hairul Anas

Dikutip dari Kompas.com, di persidangan MK, Hairul mengaku memiliki keberpihakan berlawanan lantaran lebih memihak ke paslon 02.

"Training diadakan oleh TKN, saya diutus sebagai wakil Partai Bulan Bintang," ujar Hairul dalam sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019) dini hari.

Dalam pelatihan saksi itu, Hairul menyatakan mendapat beberapa materi pelatihan selama dua hari berturut-turut.

Di mana dalam slide materi pertama ada keterangan yang mengatakan bahwa kecurangan merupakan bagian dari demokrasi.

Ia menuturkan materi tersebut ditampilkan ketika Ketua Harian TKN Moeldoko memberikan paparannya.

Kemudian Hairul meminta materi yang dimaksud ditunjukkan dalam sidang karena materi ini masih bisa diunduh hingga sekarang.

"Saya perlu menunjukkan bahwa ada materi ini. Ini masih bisa di-download nanti saya tulis (tautannya)," kata Hairul.

Sebagai seorang caleg dari PBB, dirinya cukup kaget ketika mendengarkan dan melihat langsung materi tersebut.

Yusril Ihza: Lebih Penting Mempidanakan Bambang Widjojanto daripada Saksi-saksi yang Kecil Itu

Hairul Anas keponakan Mahfud MD (Tribun Jabar)

Sebab ia keberatan bila kecurangan dianggap sebagai bagian dari demokrasi, akan tetapi Hairul harus mengikutinya lantaran sudah dimandatkan oleh partai.

Di materi kedua, Hairul menyatakan ada kapitalisasi kebijakan aspek pemerintah, yang menekankan bahwa pemerintah dengan status incumbent harus dimanfatkan maksimal untuk menjadi keuntungan.

Lalu Hairul bertanya-tanya akan isi dari materi tersebut.

Seperti penggunaan aparat untuk kemenangan suatu paslon tidak sesuai dengan prinsip demokrasi selama ini.

Dalam materi itu, ada pula gambar seorang tokoh, kepala daerah yang disebut mendapat dukungan logistik demi kemenangan paslon tertentu di pilpres.

Haris Azhar soal Bambang Tak Tahu Dirinya Mundur Jadi Saksi: Enggak Ada Kewajiban Pastikan Dia Tahu

Kemudian ada sebuah penjelasan soal swing voters mengajak golput.

"Saya mendapat arahan bahwa slide ini cukup perlu didalami dan disampaikan kepada majelis," pungkasnya.

Hairul mengaku apa yang ia paparkan hari ini dalam sidang dengan berat hati disampaikan.

Namun demi Pemilu bersih, jujur dan adil, dia memutuskan maju sebagai saksi dan mengemukakan seluruhnya.

(TribunWow.com/Atri/Roifah)

WOW TODAY: