TRIBUNWOW.COM - Proses sidang perdana sengketa tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019).
Dalam sidang itu, Tim Kuasa Hukum 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membeberkan sejumlah argumentasi satu di antaranya mengenai surat suara sah Pemilihan Pilpres 2019.
Dalam laporan yang diungkapkan Anggota Tim Kuasa Hukum 02, Kubu 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memiliki suara 63.573.169 atau 48 persen, sedangkan kubu 02 memperoleh suara 68.650.239 atau 52 persen.
Data dari BPN tersebut berbeda dengan data yang dicetuskan oleh KPU yakni kubu 01 miliki 85.607.362 suara dan kubu 02 miliki 68.650.239 suara.
• Bambang Widjojanto Ungkap Perolehan Suara Pilpres Versi BPN Prabowo-Sandi, Lebih Unggul 5 Juta Suara
Sehingga ada perbedaaanya, kubu 01 suaranya hilang sebesar 22.034.193 (22 juta) suara.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasioanal (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Arsul Sani memberikan tanggapan terkait dipangkasnya 22 juta suara kubunya oleh BPN.
Arsul menuturkan pihaknya masih terus mengamati argumen yang disampaikan kubu 02.
"Ini yang juga masih harus kita sama-sama dengarkan dari presentasi yang dilakukan oleh tim kuasa hukum paslon 02, selaku pemohon berbeda jauh dari perhitungan suara yang telah ditetapkan oleh KPU," ujar Arsul, seperti dikutip TribunWow.com dari Metro Tv Live, Jumat (14/6/2019).
Ia juga mempertanyakan mengapa suara paslon kubu 01 bisa menghilang 22 juta suara.
"Kita ingin tahu juga di daerah mana sehingga mereka bisa menyimpulkan secara kumulatif bahwa suara Pak Jokowi-Ma'ruf Amin berkurang sampai 22 juta," ujarnya.
• Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Minta MK Diskualifikasi Jokowi-Maruf dan Ingin Pemilu Ulang
Menurut Arsul, data-data yang disampaikan tim kubu 02 masih bersifat kumulatif dan bagi pihaknya sporadis lantaran belum ada hubungan kausalitas klaim kubu 02 dengan data yang ada.
"Kan ketika kita berbicara bertambahnya, suara kan harus dibuktikan dengan dokumen kepemiluan. Misalnya ada form C1, DA1 , DP1 dan lain sebagainya, ini yang belum kami lihat."
"Saya tidak tahu bertambahnya suara mereka dan berkurangnya suara Jokowi itu, datang dari langit atau datang dari mana. Kita tungggu saja dulu," pungkasnya.
(TribunWow.com)
WOW TODAY