Terkini Nasional

Ini Komentar Staf Khusus Presiden tentang "Reshuffle" Kabinet Jelang Berakhirnya Pemerintahan Jokowi

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi di komplek Istana Bogor, Kamis (16/11/2017).

TRIBUNWOW.COM - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, mengganti menteri tidak ditentukan pada faktor apakah periode pemerintahan akan berakhir atau tidak.

Reshuffle atau perombakan kabinet bisa dilakukan kapan saja.

Fadli Zon dan Gerindra Raih Suara Terbanyak di Kabupaten Bogor, Ungguli Adian Napitupulu dan PDIP

Johan Budi mengomentari kemungkinan perombakan kabinet menjelang berakhirnya Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Mengganti menteri di Kabinet Kerja Pak Jokowi ini tidak ditentukan oleh kapan masa akhir pemerintahan periode Pak Jokowi," ujar Johan saat dijumpai di kantornya, Rabu (8/5/2019). 

Johan menuturkan, faktor utama seorang menteri dicopot untuk diganti sosok baru pada pemerintahan Jokowi yakni persoalan kinerja.

Selain itu, karena menteri tersebut terjerat persoalan hukum.

Mantan Menteri Sosial Idrus Marham adalah salah satu contohnya.

BPN Blak-blakan Ungkap Sumber Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi, Ini Sosok di Baliknya

Soal sejumlah menteri saat ini terseret kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia mengingatkan, para menteri itu masih sebatas saksi.

"Perlu dipahami, seseorang yang diperiksa KPK sebagai saksi, belum tentu terlibat," ujar mantan Komisioner KPK itu.

Tapi, Johan memastikan, Presiden Jokowi mengevaluasi para menterinya setiap saat.

Sidang Dewan Keamanan PBB Diwarnai dengan Batik dan Tenun, Ini Kata Pakar Batik

Persoalan apakah evaluasi itu berujung pada reshuffle di kabinet, Johan mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan Presiden Jokowi.

"Kemungkinan itu bisa saja," ujar Johan. (Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Kemungkinan "Reshuffle" Kabinet, Ini Kata Johan Budi 

WOW TODAY: