TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso menanggapi terkait Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mengklaim menerima 25 ribu aduan kecurangan Pemilu 2019.
Dilansir oleh TribunWow.com, tanggapan itu disampaikan Dahnil Anzar dan Priyo Budi melalui akun Twitternya masing-masing, @Dahnilanzar dan @PriyoBudiS, Jumat (6/4/2019).
Menurut Dahnil Anzar jika memang TKN banyak menerima aduan kecurangan maka dirinya menyarankan supaya segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen.
Dahnil Anzar menjelaskan bahwa hal itu bertujuan untuk mencari keadilan dan mengungkap semua fakta terkait kecurangan pemilu.
"Bila benar begitu, maka urgent dibentuk TPF Independent kecurangan untuk mendapatkan keadilan dan mengungkap semua fakta." ujar Dahnil Anzar.
• Soal Eror Input Data, Mahfud MD Sebut Ada Komplotan yang Berbagi Peran, Priyo Budi: Malah Berkelit
• Dapat Saran agar Tak Layani Debat soal Input Data, Mahfud MD: Tendensinya Mengadu Domba agar Kacau
Sementara itu, Priyo Budi juga menyatakan hal sama seperti Dahnil Anzar.
Priyo Budi turut menyarankan untuk bersama-sama membentuk TPF.
Selain itu Priyo Budi juga menyebut agar mengundang sejumlah lembaga internasional supaya ikut bergabung dalam mencari fakta kecurangan pemilu.
"Nah, kalau TKN juga mengklaim banyak kecurangan, ayo kita dukung bersama pembentukan TPF kecurangan pemilu/pilpres dan kita undang lembaga2 internasional utk ikut. Setuju?" kata Priyo Budi.
• Singgung soal Ajakan Rekonsiliasi Nasional, Dahnil Anzar: Agaknya Berlebihan
Sementara diberitakan dari Kompas.com, Direktur Advokasi dan Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima hampir 25 ribu aduan kecurangan pemilu.
Ade menjelaskan, aduan itu diterima melalui posko pengaduan yang dibentuk oleh pihaknya,
"Di posko itu melalui hotline telepon call center sudah masuk hampir 25.000 pengaduan, ada jenis pelanggaran yang kami dapatkan di situ," kata Ade, Rabu, (24/4/2019).
"Nah, pertanyaannya mereka ngga pernah buka posko," sambungnya.
Ade juga menjelaskan bahwa posko pengaduan tersebut dibentuk untuk menanganggapi pernyataan dari Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said yang mengajak masyarakat untuk membentuk TPF kecurangan di Pemilu 2019.
(TribunWow.com/Atri)
WOW TODAY: