TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Indonesia sedang merayakan pesta demokrasi untuk menentukan presiden yang menjabat 5 tahun mendatang, namun hal tak menyenangkan justru terjadi pada saat proses pemungutan suara di Kota Blitar.
Seorang penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS), Luki Setia Budi, menjadi korban atas perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan oleh YA (38), seorang pemilih di TPS 16, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur.
Kejadian tersebut bermula ketika YA telah menyalurkan hak suaranya di TPS tersebut.
Layaknya pemungutan suara pada umumnya, YA kemudian diminta oleh Luki, yang kebetulan bertugas sebagai penjaga tinta pemilu untuk mencelupkan jarinya ke tinta sebagai tanda telah memberikan hak suaranya.
• Viral di Facebook Video Ibu Aniaya Anak karena Tak Mau Makan, Dipukuli sampai Dibekap dengan Bantal
Namun YA justru menolak untuk mencelupkan jarinya ke tinta.
Luki sempat memaksa pelaku untuk mencelupkan jarinya ke dalam tinta lantaran seperti itulah seharusnya tahap memilih yang benar.
• Siswi SMP Dicabuli 3 Pria yang Dikenal di Medsos, Korban Terpancing Status Facebook Pelaku
Hingga kemudian terjadilah cekcok di antara keduanya dan YA pada akhirnya mau menyelupkan jarinya ke dalam tinta.
Setelah percekcokan yang terjadi di antara keduanya, YA kemudian memutuskan untuk kembali ke kediamannya.
Ternyata masalah tak berhenti sampai di situ.
Tak lama setelah YA kembali ke kediamannya, ternyata pelaku kembali lagi ke lokasi pemungutan suara tersebut sembari membawa-bawa pisau.
• Penumpang Bus Tewas seusai Jatuh di Aspal karena Ditarik Calo Terminal Purbalingga, Ini Kronologinya
Ketika sampai di TPS, YA langsung saja menghampiri posisi Luki berada dan tanpa basa-basi menyayat bagian leher Luki.
Warga yang berada di lokasi kejadian kemudian langsung melerai keduanya.
Dari aksi YA itu, diketahui korban akhirnya dapat selamat dan mendapatkan luka sayatan pada bagian dagunya.
Keterangan terkait kejadian tersebut diungkapkan oleh Kasi Pemerintahan Keamanan dan Trantibun Kelurahan Sukorejo, Irwan Purwanto saat ditemui di TPS.
• VIDEO: TNI Sebut Tewaskan Seorang KKB Anak Buahnya dalam Baku Tembak, Egianus Kogoya Marah Besar
"Iya, sempat ada laporan terjadi keributan di TPS 16. Kami dan polisi langsung ke lokasi," sebut Irwan.
"Korban mengalami luka di bagian dagu, tadi korban sudah divisum," ungkapnya menjelaskan.
Setelah melakukan aksinya, pelaku diketahui langsung melarikan diri.
"Pelaku masih dicari sama polisi, setelah keributan itu dia langsung pergi," jelasnya.
• Siswi SMA Tewas seusai Dikeroyok dan Dibakar 4 Temannya, 3 Guru dan Kepala Sekolah Ikut Ditahan
Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi juga mengkonfirmasi adanya tindak kekerasan yang dilakukan pada saat proses pemungutan suara tersebut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki keberadaan pelaku yang melarikan diri.
"Benar, sempat ada laporan keributan di TPS 16 Kelurahan Sukorejo. Kami masih menyelidikinya," jelas Agus.
• Bocah 6 Tahun Tewas Diterkam Buaya saat Memancing di Kepulauan Bangka Belitung
Korban dan Pelaku Teman Sejak Kecil
Diketahui, korban dan pelaku ternyata sudah berteman cukup lama.
Keduanya diketahui merupakan teman sejak masa kanak-kanak.
Dari keterangan sejumlah warga, korban dan pelaku diduga memang sudah memiliki masalah sebelum hari pemungutan suara.
"Mungkin keduanya sudah ada masalah sebelumnya. Lalu ketemu di TPS itu, akhirnya terjadi keributan," terang Irwan.
Lihat video selengkapnya di sini:
(TribunWow.com)
WOW TODAY: