TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara soal kenetralan aparat yang tengah santer dibicarakan.
Hal itu disampaikan Dahnil Anzar saat menjadi narasumber acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Selasa (2/4/2019).
Mulanya, Dahnil Anzar menyinggung terkait kenetralan aparat kepolisian menjelang pemilu.
"Setiap hari, mereka-mereka yang ada di kepolisian ini, yang mempunyai hati nurani, mereka ketawa kok kalau ada pembelaan-pembelaan 'oh kami netral, ASN harus netral'," papar Dahnil Anzar.
• Karni Ilyas Beri Tanggapan saat Akbar Faisal Ajak Lawan Serangan Fajar, Narasumber ILC Tertawa
Pernyataan itu lantas ditanggapi oleh pembawa acara.
"Yakin mereka ketawa?" tanya pembawa acara.
Dengan tegas Dahnil Anzar menyatakan keyakinannya.
"Saya yakin mereka ketawa sekarang, misalnya ada ASN yang kepala daerahnya mengarah-arahkan, mereka ketawa semuanya," kata Dahnil Anzar.
"Kenapa? Karena itu menjadi fenomena di masyarakat dan mereka enggak bisa menyuarakan itu, kenapa? Karena mereka takut," paparnya.
Dahnil menyatakan bahwa jika fenomena tersebut terus terjadi bisa menjadi berbahaya.
• Beri Saran Untuk Pilpres 2019, Jokowi: Jangan Ada yang Liburan, Nyoblos Dulu
Terkait hal itu, lantas Dahnil Anzar memberi peringatan kepada kapolri hingga bupati.
"Saya mengingatkan Pak Kapolri, para gubernur, para bupati, jangan sampai mereka dirasanin sejarah nanti," jelas Dahnil Anzar.
"Dirasanin sejarah itu diejek oleh sejarah, karena mereka enggak pernah netral."
"Nah ini berbahaya," tandasnya.
Simak dari menit 20.17
• Sebut Golput Bukan Pengecut, Tsamara Amany: Kami Tak Akan Pernah Lelah Meyakinkan Kalian
Diberitakan dari Kompas.com, ketidaknetralan aparat santer dibicarakan pasca pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi Garut, AKP Sukman Aziz.
Sukman Aziz mengaku terjadi ketidaknetralan lembaga kepolisian di kantor hukum dan HAM Lokataru, milik Haris Azhar yang juga aktivis Kontras pada Minggu (31/3/2019).
Namun, selang sehari, Sukman Aziz lantas mencabut pernyataannya.
Menanggapi hal itu, Hasanuddin selaku , pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padjadjaran Garut menilai soal kenetralitasan lembaga dalam pemilu.
• Tanggapan Mahfud MD soal KPU Tak Pernah Minta Bawaslu Menindak Aparat yang Berpihak
Hasanudin mengatakan tidak hanya pada lembaga kepolisian, namun keraguan kenetralan juga dirasakan oleh TNI, apar pemerintah hingga KPU.
"Keraguan terhadap netralitas, tentu tidak hanya menimpa Kepolisian. Tapi juga TNI, KPU dan Birokrasi," ujar Hasanuddin, Senin (1/4/2019).
"Keraguan ini tidak hanya terjadi pada Pemilu ini, sebelumnya pun demikian," sambungnya.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan supaya aparat jangan sampai ragu lantaran pernyataan dari Sukman Aziz.
Ia berharap supaya aparat tetap menjalankan tugasnya untuk mengamankan jalannya pemilu sesuai dengan SOP.
(TribunWow.com/Atri)
TONTON JUGA: