Kasus Terorisme

Soal Teroris di Sibolga, Jokowi Minta Tak Dikaitkan dengan Pilpres

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan para santri dan pengurus Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Senin (22/10/2018).

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pihak tak mengaitkan bom di Sibolga dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Dilansir Setkab.go.id pernyataan itu diberikan Jokowi sembari mengapresiasi kinerja dari Polri, Rabu (13/3/2019).

“Ini sebetulnya dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, jadi tidak ada kaitannya dengan Pilpres, ya,” ujar Jokowi.

Presiden ketujuh tersebut berharap, ke depannya, Polri tetap menindak tegas kasus terorisme.

“Saya sampaikan harus ada sebuah tindakan yang tegas, terus-menerus tanpa henti, dan kita harapkan segera semuanya bisa tertangani,” tambah Jokowi.

Bom Meledak di Sibolga, Polri Desak Istri dan Anak Terduga Pelaku Teroris Segera Menyerahkan Diri

Selain itu, kepala negara juga mengungkapkan keprihatinannya atas ledakan yang terjadi pada Selasa (12/3/2019) sore.

Dilansir Kompas.com, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal mengatakan ledakan itu terkait aksi terorisme.

Iqbal mengatakan setelah ledakan tersebut, Tim Densus 88 dibantu sejumlah masyarakat melakukan negosiasi.

Negosiasi itu dilakukan agar keluarga pelaku menyerahkan diri.

Iqbal memaparkan bahwa bom tersebut terjadi saat pihaknya akan meringkus terduga teroris yakni Husain alias Abu Hamzah.

Kronologi Ledakan Bom di Sibolga, Polisi Upayakan Negosiasi Anak dan Istri Terduga Pelaku Teroris

Selain itu, akibat ledakan tersebut, atu orang anggota polisi terluka.

"Saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak yang melukai petugas," tegas Iqbal.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)