TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta untuk tidak melanjutkan perdebatan saat membahas mengenai masalah lingkungan bekas tambang pada debat pilpres 2019 ronde kedua, Minggu (17/2/2019).
Dikutip TribunWow.com dari tayangan channel YouTube Kompas TV, Minggu (17/2/2019), Prabowo dan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tampak memberikan pendapatnya mengenai langkah konkret kedua kubu untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh lubang-lubang bekas tambang.
Keduanya bergantian mengungkapkan argumennya, namun saat giliran Prabowo berbicara, ia merasa cukup untuk membahas persoalan ini.
Menurut Prabowo, ia dan Jokowi sama-sama memiliki tujuan untuk memberantas pencemaran lingkungan.
"Saya kira cukup ya masalah ini. Ya untuk apa bertele-tele lagi, saya kira hal ini kita sama. Kita ingin memberantas pencemar lingkungan kan begitu pak?," ujar Prabowo yang mengenakan kopiah hitam dan jas berwarna senada.
Mendengar jawaban Prabowo, Jokowi terlihat tersenyum dan berulang kali menganggukkan kepala.
Jokowi juga tampak menelungkupkan kedua tangan di depan wajah saat menjawabi ucapan Prabowo.
• Pernyataannya Viral dan Dinilai Hina Kepala Desa yang Tak Dukung Jokowi, Bupati Kuningan Minta Maaf
"Jadi begini ya kalau kita berbeda jangan kita dibikin diadu-adu terus benar enggak?," jelas Prabowo kembali.
Jokowi kini tampak tertawa mendengar pernyataan Prabowo tersebut.
"Kalau tidak ada terlalu banyak perbedaan untuk apa kita ribut lagi pak?," tanya Prabowo kembali.
Sontak ucapan itu membuat penonton yang hadir tertawa.
Jokowi juga memberikan tanggapan singkatnya.
"Ya saya setuju saja," jawab singkat Jokowi yang kemudian tersenyum.
Prabowo dan seisi studio pun tertawa dan bertepuk tangan mendengar jawaban Jokowi.
Sebelumnya, moderator memberikan pertanyaan yang telah dipilih oleh Prabowo saat memilih pertanyaan acak.
Moderator debat pilpres ronde kedua, Anisha Dasuki membacakan pertanyaan yang sebelumnya telah diputarkan sebuah video.
Dalam video tu tampak pemandangan lokasi bekas tambang yang terlihat tidak terawat dan terbengkalai.
"Lubang tambang belum direklamasi yang terdiri dari perusahaan besar, tambang rakyat, dan lima ratus ribu hektar terindikasi areal tambang tanpa izin," ujar Anisha.
"Pertanyaannya, bagaimana langkah konkret Bapak Bapak untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh lubang-lubang bekas tambang tersebut?," tanya Anisha kepada Prabowo.
• Reaksi Jokowi Dengar Prabowo Sebut Pembangunan Infrastruktur Tak Efisien
Prabowo menanggapi bahwa hal ini telah menjadi persoalan yang bukan baru lagi.
"Justru inilah persoalan yang kita terima dari tahun-tahun yang lalu di mana seolah olah negara itu telah dikooptasi oleh perusahaan perusahan swasta," ujar Prabowo menanggapi.
Menurutnya, bekas lokasi tambang yang terbengkalai dan merusak lingkungan dilakukan oleh oknum yang lolos dari pertanggungjawaban.
"Ini bisa dianggap adalah kolusi kerja sama antara pejabat-pejabat pemerintah dengan perusahaan-perusahaan swasta besar sehingga kalau perusahaan-perusahan swasta itu meninggalkan persoalan-persoalan seperti tadi, lubang-lubang yang tidak ditutup, ya akhirnya dia lolos," jelas Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Dikatakannya, harus ada upaya sikap yang lebih tegas lagi untuk menindak oknum yang tidak mau bertanggungjawab.
"Kolusi kerja sama antara pejabat-pejabat pemerintah dengan perusahaan-perusahaan swasta besar sehingga kalau perusahaan-perusahan swasta itu meninggalkan persoalan-persoalan seperti tadi, lubang-lubang yang tidak ditutup, ya akhirnya dia lolos."
• Janji Stop Impor 2014 Diungkit Prabowo, Jokowi Beberkan Alasan Tetap Lakukan Impor saat Menjabat
Dalam jawabannya, Prabowo juga mengusulkan untuk membawa ke ranah peradilah luar negeri seperti PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk menindak pelaku.
"Sudah tidak ada di Indonesia dia sudah di sini tiga puluh tahun dia sudah eksploitasi dia berangkat, nah ini yang jadi repot tapi kita mungkin bisa kejar melalui saluran-saluran pengadilan Internasional, melalui PBB, melalui Interpol."
"Mungkin masih banyak jalan karena sebagian dari mereka begitu. Dia bekerja disini, dia lakukan segala macam abis itu begitu selesai dia tinggalkan. Ini kita alami dan saya sendiri mengetahui itu ya. Itu tanggapan saya jadi saya prihatin dan saya," ujarnya.
"Dan saya akan kalau seandainya saya memimpin saya akan benar-benar fokus untuk mencari jalan keluar mengatasi ini," pungkas Prabowo.
Jokowi pun langsung menanggapi dan mengatakan di bawah kepemimpinany telah ada kerjasama pemerintan dengan KPK untuk gerakan penyelamatan sumber daya.
"Jadi sejak dua ribu lima belas. Kita pemerintah telah bekerja sama dengan KPK, yaitu melalui gerakan penyelamatan sumber daya alam," ujar Jokowi.
"Oleh sebab itu banyak sekali yang telah di kerjakan bersama smart dan KPK dalam hal penyelamatan sumber daya alam yang kita miliki. Tetapi disamping penegakan hukum kita juga telah mengerjakan banyak hal."
"Mungkin rakyat Indonesia bapak ibu sekalian bisa melihat di tambang bukit asam yang dimiliki oleh bukit asam."
"Itu hampir sebagian besar yang telah ditambang itu sudah dihutankan kembali kalau memang pengawasan ketat kita bisa melakukan itu kalau pengawasan sebuah daerah kurang pasti itu tidak," ungkap Jokowi memberikan contoh.
Prabowo yang kembali mendapat giliran menanggapi dan sempat mengapresiasi kinerja pemerintah.
"Ya kita hargai semua usaha pemerintah tetapi juga kita waspadai ada perusahan-perusahaan besar multinasional merasa dia sangat kuat, dia di atas hukum, dia tidak takut sama pemerintah Indonesia, dia bisa berbuat seenaknya," kata Prabowo.
"Ini kita alami di berapa tempat jadi ini saya kira siapapun nanti kita harus lebih galak lagi untuk mengejar pelanggar-pelanggar pencemaran lingkungan hidup dan tidak yang tidak mentaati ketentuan-ketentuan yang dia harus melaksanakan. Terima kasih," sanggah Prabowo.
Jokowi yang mendapati giliran kembali mengingatkan mengenai reklamasi yang telah berhasil dilakukan.
"Jadi selain penghutanan kembali kita juga melihat di beberapa tambang juga telah melakukan reklamasi kembali. Ada yang jadi misalnya pantai wisata ada."
"Ada juga yang lubang galian yang telah dikerjakan tambang juga menjadi sebuah kolam ikan besar," jawab Jokowi.
Ia pun mengakui pemerintahannya belum sepenuhnya berhasil melakukan semua hal.
"Banyak hal memang ada satu dua tiga yang memang belum dikerjakan, tetapi sekali lagi dengan pengawasan pemerintah daerah dengan pengawasan kementerian lingkungan hidup. Saya meyakini ini bisa di di satu persatu bisa diselesaika."
"Sekali lagi bukan pekerjaan mudah, tetapi yang saya lihat di lapangan itu bisa dikerjakan oleh kementerian oleh provinsi maupun oleh kabupaten dan kota."
Lihat videonya pada menit ke 1:04:29 :
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)