Pilpres 2019

Bahas soal Generasi Milenial, Raja Juli Antoni Sebut Jokowi Lebih Dicintai daripada Prabowo

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raja Juli Antoni - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengungkap bahwa menurut survey para generasi muda atau yang kerap disebut generasi milenial lebih memilih calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dibandingkan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube Najwa Shihab dalam program acara Mata Najwa Trans7 yang tayang pada Rabu (13/2/2019), Raja memberikan pernyataan bahwa elektabilitas Jokowi di mata para generasi milenial lebih tinggi sekitar 19 hingga 20 persen.

Namun dirinya tidak mengemukakan lembaga survey mana yang menyebutkan data tersebut.

"Pertama survey menunjukkan bahwa per hari ini, di berbagai macam survey, bahwa Pak Jokowi lebih dicintai oleh milenial ketimbang Pak Prabowo. Masih terpaut sekitar 19-20 persen," kata Raja.

Kemudian Raja mengungkapkan beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Prabowo Subianto - Sandiaga Uno vs Joko Widodo - Maruf Amin (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Ditanya Najwa Shihab soal Arah Dukungannya di Pilpres, Yusuf Mansur: Tunggu Mata Najwa yang Kedua

Poin pertama adalah para generasi muda suka dengan hal-hal baru.

"Pertama, milenial itu suka kebaharuan, seperti yang saya katakan tadi. Ada ingin sesuatu yang fresh."

"Meskipun Pak Jokowi ini adalah second term-nya dia, yang dia maju, tapi sekali lagi dia menyimbolkan kebaharuan."

"Orang biasa yang pernah tinggal di pinggir kali, pernah digusur. Tapi dengan dedikasi dirinya, dengan kerja keras, dia bisa menapaki jejaknya secara pelan tapi pasti. Pertama itu," sebutnya.

Diminta Jelaskan Pesan Pujian pada Jokowi, Yusuf Mansur Disela Najwa Shihab karena Kampanye Paytren

Poin kedua yang disebut Raja adalah para anak muda harus berbangga lantaran pada masa jabatannya, Jokowi mampu menurunkan angka pengangguran hingga mencapai angka 5,13 persen.

"Yang kedua, milenial ini suka dengan isu lapangan kerja. Pak Jokowi, perlu dicatat oleh kawan-kawan milenial, pertama kali dalam sejarah reformasi, menurunkan angka pengangguran kepada 5,13 persen," ucap Raja.

Raja mengungkapkan bahwa pada masa pemerintahannya, Jokowi telah berusaha keras untuk memastikan adanya lapangan kerja walaupun hingga sekarang masih terdapat warga yang menganggur.

"Jadi , Pak Jokowi berjanji membuat lapangan kerja sebanyak 10 juta. Tapi per hari ini, dia sudah bisa membuat 12 lapangan kerja."

"Masih ada pengangguran di kita, iya, tapi kita ingat bahwa ada seorang yang bekerja keras demikian seriusnya untuk memastikan ada lapangan kerja," ungkapnya.

Najwa Shihab Ajukan Pertanyaan untuk Jokowi dan Prabowo Jelang Debat Capres Kedua, Apa Saja?

Kemudian, Raja mengungkapkan bahwa Jokowi selama ini tak pernah tersangkut dalam kasus korupsi walaupun hanya sebatas isu semata.

"Yang ketiga, anti-korupsi. Pak Jokowi punya track record panjang, memimpin dari wali kota, gubernur dan presiden."

"Dan tidak pernah sama sekali terlibat kasus carut-marut korupsi. Sebaliknya, Pak Prabowo bagian dari masa lalu yang sangat korup tapi sekarang dia datang seolah-olah akan memberantas korupsi," tutur Raja.

Antoni Raja Juli Sekjen PSI (Situs PSI)

Usai Raja mengungkapkan pernyataannya, Ketua GMI, Sasha Tutuko mengatakan bahwa misi utama dari pihak capres nomor urut 02 adalah membuka lapangan pekerjaan bagi para generasi milenial.

"Pak Prabowo-Pak Sandi itu punya visi-misi lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Jadi dimana anak muda ini kan sekarang konsennya tentang lapangan pekerjaan."

"Dimana dia mencari kerja, dia membuka lapangan pekerjaan, dia menjadi pengusaha. Jadi di situ konsen utama Pak Prabowo dan Pak Sandi," kata Sasha.

Mobil Jokowi Dihadang Massa Pendemo AMT, Moeldoko: Sudah Biasa, Presiden Happy Happy Aja

Sasha juga mengungkapkan bahwa usaha Sandiaga Uno untuk mewujudkan misi tersebut sudah dimulai semenjak dirinya belum ditunjuk menjadi calon wakil presiden (cawapres).

"Dimana Pak Sandi sudah terlebih dahulu. Karena Pak Sandi basic-nya pengusaha muda. Jadi di situ kita yakinin bahwa Pak Prabowo dan Pak Sandi memang cocok."

"Karena di situ sudah tepat, lapangan pekerjaan tertawarkan untuk anak-anak muda," jelasnya.

Kemudian ungkapan yang disebut oleh Sasha mendapat bantahan dari Rapindo Hutagalung, Perwakilan Komunitas Alumni Pangudi Luhur Pendukung Jokowi-Ma'ruf yang juga hadir pada saat itu.

Strategi Perang Total TKN Jokowi-Maruf di Sisa Masa Kampanye Pilpres 2019

Ia menolak ucapan Sasha yang menyebutkan bahwa Sandiaga masih dapat disebut sebagai generasi milenial.

"Pertama, saya harus bilang, Sandi ya enggak milenial juga. Karena dia sudah fifthy's (usia lima puluh tahun ke atas). Tapi kalau dibilang bahwa menarik buat milenial mungkin casing fine lah," kata Rapindo.

Rapindo Hutagalung dan Sasha Tutuko dalam acara Mata Najwa Trans7 yang tayang pada Rabu (13/2/2019). (YouTube Najwa Shihab)

Rapindo kemudian membantah bahwa Sandiaga mampu membuka lapangan pekerjaan.

Menurutnya Jokowi lah yang sudah dapat membuktikan bahwa dirinya mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Cuma kalau mau dibilang bahwa membuka lapangan kerja, Pak Jokowi sudah lakukan itu untuk milenial yang be creative itu kan salah satu bentuk di mana menciptakan lapangan kerja."

"Anak milenial sekarang bukan kerja kantoran, anak milenial sekarang kerja lebih fleksibel, lebih kreatif, industri kreatif."

"Jadi kalau mau melihat milenial hanya asik dengan lapangan kerja yang jaman dulu, salah. Itu salah banget," ungkapnya.

Ceritakan Kisah Masa Kecil, Maruf Amin Sebut Kenakalannya Sama seperti Jokowi

Rapindo menyebutkan bahwa dirinya setuju dengan penuturan yang diucapkan Raja sebelumnya.

"Bahwa saya bilang Pak Jokowi itu bisa di tiga kata. Biasa, kerja, bersih."

"Biasa, dia orang biasa. Rakyat biasa, bukan kaum elit, bukan orang kaya, bukan anak jenderal. Tapi dia mengerti empati terhadap apa yang terjadi di masyarakat secara umum," ucap Rapindo.

Setelah itu, Rapindo menerangkan bahwa Jokowi merupakan sosok yang selalu bekerja keras.

Jokowi tak bekerja hanya sebagai pencitraan semata, namun apa yang ia janjikan kepada masyarakat maka akan ia tepati.

Rapindo mengatkan bahwa bukti dari terlaksananya janji-janji Jokowi tersebut dapat dilihat dalam empat tahun masa jabatannya.

"Yang terakhir adalah bersih. Enggak ada ikatan beban terhadap masa lalu. Jadi ini bisa menjual kepada milenial," terangnya.

Lihat video selengkapnya di sini:

(TribunWow.com/Laila Zakiyya)