TRIBUNWOW.COM - Beredar video viral seorang jambret di Wamena Papua, diinterogasi menggunakan ular jenis tak berbisa oleh Polres Jayawijaya.
Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/2/2019), diberitakan awalnya polisi mengamankan seorang pelaku jambret ponsel yang tertangkap oleh seorang warga.
Di kantor polisi, pelaku tidak mau mengakui perbuatannya.
Tak kehilangan akal, polisi mencoba melilitkan seekor ular ke tubuh jambret dan membuatnya mengaku.
Kabid Propam Polda Papua Kombes Polisi, Jannus P Siregar, menjelaskan awalnya telah ada usaha untuk meyakinkan bahwa pria itu memang benar pelakunya.
"Langkah yang dilakukan anggota ialah berupaya meyakinkan dan memberi tahu bahwa benar pelakunya," kata Jannus P Siregar.
"Namun, karena tidak ada pengakuan, timbul inisiatif menggunakan ular dengan maksud dan tujuan, yaitu mengetahui kejujuran masyarakat tersebut dan efektif hingga pelaku mengakui perbuatannya," lanjutnya.
Dalam video viral yang tersebar, Interogasi itu dilakukan kepada Sam Lokon.
Pada video itu tampak seorang pria yang disebut jambret yang mengenakan baju merah dan bercelana biru, tengah duduk sesekali berteriak histeris.
Hal itu lantaran adanya ular berukuran sedang yang melilit di lehernya.
Seorang pria yang diduga polisi membenarkan lilitan ular pada tubuh jambret tersebut.
• Viral Video Jambret Teriak Histeris saat Diinterogasi Pakai Ular oleh Polisi, Polda Papua Minta Maaf
Terdengar pula interogasi yang dilontarkan polisi lain di ruangan itu.
"Sudah berapa kali ini?," tanya polisi lainnya.
"Sudah berapa kali kau ambil HP (handphone)?," kali ini suara yang bertanya dengan nada yang lebih meninggi.
Penjambret pun hanya diam sambil sesekali berteriak ketakutan.
Matanya juga terpejam.
"Kasih masuk di mulutnya, kalau tidak kepalanya," kata polisi lagi sambil tertawa cekikikan.
"Aduh," teriak jambret saat polisi kembali mendekatkan ular itu ke wajah jambret.
"Kasih cium di mulutnya," saran polisi lain.
Seorang jambret teriak histeris diinterogasi oelh polisi di Wamena, Senin (4/2/2019) (Twitter/ @Veronicakoman)
Jambret itu kembali berteriak-teriak ketakutan.
Sedangkan polisi lainnya melilitkan ular itu dan mengarahkan kepala ular kepada wajah si jambret.
Tawa terdengar di ruangan itu melihat reaksi jambret.
"Sudah berapa kali kau curi HP, woi sudah berapa kali? Makanya kamu ngaku cepat," tanya polisi kembali.
"Dua kali saya melakukannya," ujarnya berteriak menghindari ular tersebut.
Pada keterangan video juga ditulisakan hal ini ternyata cukup banyak dilakukan oleh orang Papua yang sedang diinterogasi.
Kapolres Jayawijaya AKBP, Tonny Ananda Swadaya, juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Hal ini lantaran menurutnya polisi kurang bersikap profesional dalam bertugas.
"Ke depan Polres Jayawijaya akan bekerja lebih profesional," kata Tonny.
• Viral Pria Banting dan Hancurkan Motor saat Ditilang, sang Kekasih: Maafkan Pacar Saya
Tonny juga menjelaskan ular yang dililitkan kepada jambret bukan ular yang berbahaya dan tidak berbisa.
Hal itupun dilakukan agar tidak perlu ada kekerasan dalam menginterogasi.
"Terkait dengan ini, kami telah melakukan tindakan tegas kepada personel dengan memberikan tindakan disiplin, seperti kode etik serta menempatkan di tempat yang khusus," ujar Tonny.
Oknum Polisi yang Mengintrogasi Diperiksa
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi ,Ahmad Mustofa Kamal, membenarkan interogasi penjambret telepon seluler itu terjadi oleh oknum polisi Polres Jayawijaya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/2/2019).
Ahmad Mustofa meminta maaf atas oknum polisi tersebut dan sudah memeriksanya.
Jika terbukti melanggar, akan diproses sesuai dengan peraturan disiplin anggota Polri atau kode etik profesi.
"Kami minta maaf soal kejadian itu," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/2/2019) malam.
Sedangkan kasus ini telah ditangani Bidang Propam Polda Papua.
Tokoh Masyarakat Dukung Kinerja Kapolres
Di sisi lain, tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Hengki Heselo mengatakan pihaknya mendukung keras kinerja Kapolres dengan melakukan tindakan tegas kepada pelaku tindak kriminal.
Ia pun sepakat untuk menggunakan ular untuk menakuti pelaku.
Hengki mengatakan masyarakatnya sudah merasakan efek yang dilakukan oleh polisi.
"Kita sebagai masyarakat sudah merasakan efek dari tindakan yang sudah diambil dari aparat kepolisian dalam kurun waktu belakangan ini."
"Masyarakat yang mabuk, jambret, dan yang membawa parang sudah berkurang karena tindakan tegas yang sudah dilaksanakan oleh aparat kepolisian di lapangan," tutur Hengki.
Lihat video selengkapnya
(TribunWow.com)