TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab soal adanya kabar akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal ini dikemukakan saat menjadi narasumber di acara Alvin & Friend iNews, Senin (7/1/2019).
Mulanya, pembawa acara, Alvin Adam meminta AHY untuk menanggapi adanya kabar AHY akan maju di Pilpres.
Alvin menambahkan AHY juga akan dipasangkan dengan calon wakil presiden 2019, Sandiaga Uno.
"Jadi duet AHY dengan Sandiaga Uno 2024, tanggapannya apa?," kata Alvin.
Menjawab pertanyaan tersebut, AHY mulanya tersenyum dan mengatakan akan menyerahkan pada Sandiaga.
• Fahri Hamzah Kritisi Baliho Tsamara Amany, Yunarto Wijaya Kaitkan dengan AHY
"Wah itu perlu ditanya ke Mas Sandiaga Uno-nya sendiri," jawabnya.
Lalu AHY menawari Alvin untuk berduet dengannya di Pilpres 2024.
"Tapi kalau AHY-Alvin gimana?," AHY tawarkan pada Alvin.
Mendengar jawaban tersebut, Alvin langsung tertawa dan bertepuk tangan.
"Who knows ya? (siapa tahu)," jawab Alvin.
AHY lalu menjelaskan kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, karena tidak ada yang pasti dalam dunia politik.
"In politic anything is possible (dalam politik tidak ada yang tak mungkin), tidak ada yang tidak mungkin, satu hari bisa berubah, bahkan satu hari bisa berubah, berubahnya pun bukan dari A ke B tapi dari A ke Z, 180 derajat," tambah AHY.
• Jawaban AHY saat Ditanya soal Pasangan 01 Bikin Pembawa Acara Terpingkal-pingkal
Lihat videonya:
Sebelumnya, pada acara yang sama, AHY juga bercerita soal sosok ayahnya yang menjadi panutan bagi dirinya baik di dunia militer maupun di dunia politik.
Ia juga terkesan dengan doa SBY yang justru meminta agar anak-anaknya tidak selalu diberikan jalan yang mudah.
"Saya selalu terkesan dengan doa beliau pada anak-anaknya, bahwa Ya Tuhan jangan berikan selalu jalan yang mudah dan lunak untuk anak-anak saya," ujar AHY menirukan doa SBY.
"Tapi berikan mereka kekuatan sehingga apapun yang mereka hadapi mereka sanggup melaluinya," tambahnya.
Dalam acara itu, AHY juga mengatakan bahwa menjadi anak SBY merupakan beban bagi dirinya.
"Beban pasti ada, karena nama besar itu akan saya sandang selamanya, saya bangga tapi ada konsekuensinya," ujar AHY.
• Mengutuk Keras Pengrusakan Bendera dan Baliho Partai Demokrat, AHY ke Riau Lakukan Investigasi
Suami dari Annisa Pohan ini menambahkan sebagai anak mantan presiden, banyak ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadapnya.
"Kalau saya biasa-biasa saja mereka akan mencibir," kata AHY.
Namun, untuk menghadapi cibiran tersebut digunakan AHY sebagai cambuk bagi dirinya.
Diketahui, AHY yang dulunya berkarier di dunia militer kini memilih terjun ke dunia politik.
Ia mundur dari dunia militer pada 2017 dan maju menjadi calon gubernur (cagub) DKI Jakarta bersama Sylviana Murni pada Pilkada 2017.
Kariernya di dunia militer juga terbilang moncer.
Putra pertama SBY ini pernah mendapatkan penghargaan Tri Saktiwiratama dan Adhi Makayasa tahun 2000.
Selanjutnya, AHY masuk Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 2002, setelah berhasil menamatkan sekolah kecabangan Infanteri.
Dikutip dari Kompas.com, AHY mengawali kariernya dengan menjadi Komandan Peleton Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad.
• Kekesalan AHY saat Atribut Demokrat Dirusak hingga Sebut Kelompok Orang Teroganisir
Berangkat dari Komandan Peleton, namanya terus melejit hingga pada 2008 membantu Kementerian Pertahanan untuk merealisasikan pendirian Universitas Pertahanan Indonesia.
Aktif di dunia militer, AHY juga melanjutkan pendidikan master di Nanyang Technological University dan Harvard University.
Ia juga sempat mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira di Fort Benning, Amerika Serikat, dan menjadi lulusan terbaik.
Kini ia menjabat sebagai Ketua Kogasma di Partai Demokrat.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)