Pemilu 2019

Kotak Suara 'Kardus' KPU Jebol saat Diduduki Dandim Kudus, Begini Kronologinya

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja saat mengerjakan produksi Kotak dan Bilik Suara Pemilu 2019 di kawasan Tanggerang, Banten, Minggu (30/9/2018). KPU akan memproduksi sebanyak 4 juta kotak suara dan 2,1 juta untuk bilik suara.

TRIBUNWOW.COM - Komisioner KPU di sejumlah daerah memberikan sosialisasi terkait kualitas ketahanan dan kekuatan kotak suara 'kardus' yang terbuat dari kertas dupleks.

Dilansir TribunWow.com dari Tribun Jateng, untuk menyosialisasikan itu, Komisioner KPU juga tampak bertandang ke Kodim 0722/Kudus, pada Senin (17/12/2018).

Di kesempatan itu, pihaknya mencoba untuk menunjukkan kualitas kotak yang disebutkan mampu menampung beban seberat lebih dari 80 kilogram.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah awalnya memaparkan jika bahan yang digunakan untuk membuat kotak suara itu bukan dari kardus biasa.

Pertanyakan Kritikan yang Datang, KPU Jelaskan Kotak Suara Kardus Sudah Disetujui Pemerintah dan DPR

“Jadi ini terbuat dari kertas dupleks, bukan dari kardus,” katanya.

Di kesempatan itu, KPU Kudus lantas membuktikan sejauh mana kekuatan kotak suara itu dengan cara mendudukinya.

Yang pertama menduduki kotak suara adalah Naily.

Ia menduduki kotak, kemudian kotak tersebut diangkat oleh dua orang.

Kotak tersebut tampak tidak rusak ataupun jebol.

Selanjutnya, Dandim 0722/Kudus Sentot Dwi Purnomo juga turut mencoba dan membuktikan kekuatan dan ketahanan dari kotak suara itu.

Kotak suara pun dibalik dengan alasan yang menjadi tumpuan beban adalah bagian bawahnya.

Sentot kemudian menduduki kotak suara itu. Ia juga berdiri di atasnya. Dan tidak terjadi apa-apa pada kotak suara itu.

Namun, ketika ia kembali mencoba dengan cara mendudukinya sembari mengangkat kedua kakinya, bagian bawah kotak suara itu pun jebol.

Bagian bawah kotak suara tampaknya tak kuat menahan beban berat badan Dandim.

Diketahui, yang menjadi penyebabnya adalah karena bagian samping kotak yang terikat tali itu jebol.

Bagian samping kotak memang terikat oleh tali plastik sehingga terhubung dengan bagian bawah kotak.

Mantan Komisioner KPU Kritisi Kotak Suara Kardus: Hemat dan Lebih Efisien, tapi Aluminium Lebih Aman

“Tapi nanti kalau untuk kertas suara yang ditaruh di sini (di dalam kotak) tidak akan sampai jebol, karena di setiap TPS nanti kertas suara yang masuk berat maksimal sekitar 3 kilogram,” terang Naily.

“Kalau pendistribusian, surat suara akan ditaruh di dalam kotak suara. Surat suara sebelumnya ditaruh di dalam plastik kemudian dimasukkan ke kotak suara. Sementara kotak suara juga akan ditaruh dibungkus plastik lagi,” tambahnya.

Naily juga memaparkan, kotak suara ini tersebut dari bahan kedap air.

Sehingga, jika terkena air, kotak tersebut akan tetap aman.

Dia juga memastikan, surat suara yang ada di dalamnya pun juga akan tetap aman.

“Tapi kalau sengaja dicelup ke dalam air ya tetap rusak,” katanya.

Kritik Kotak Suara 'Kardus'

Terdapat sejumlah kritik terkait bahan dasar kardus yang digunakan untuk dijadikan kotak suara.

Banyak pihak yang menilai jika bahan kardus ini tidak cukup kuat untuk dijadikan bahan dasar untuk kotak suara.

Mengutip Kompas.com, sebelumnya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengusulkan agar KPU mengganti kotak suara tersebut.

Muzani merasa khawatir karena kotak suara itu terkesan mudah rusak ketika terkena air.

Ia pun meminta agar kotak suara dibuat dari bahan selain karton.

Video Anggota KPUD Jombang Hampir Terjatuh saat Uji Coba Kotak Suara Kardus

"Kami minta dengan hormat, apakah itu dimungkinkan kotak suara dari kardus, walaupun KPU berkali-kali mengatakan kardus itu kuat tapi kesannya kardus itu kalau kena hujan pasti habis," kata Muzani.

"Kalau memungkinkan usul kami tidak dengan kardus, bahan selain kardus yang transparan," tuturnya.

Tak hanya itu, Komisioner KPU tahun 2007-2012 Andi Nurpati di siaran Apa Kabar Indonesia Pagi, Minggu (16/12/2018), juga mengaku lebih yakin dengan kotak suara yang berbahan dasar aluminium dibandingkan dengan yang berbahan dasar kardus.

Kotak suara berbahan aluminium ini adalah kotak suara yang digunakan di Indonesia pada pemilu sebelumnya.

"Begini, kalau mau ditanya bagus aluminium atau kardus tadi, ya bagus aluminium. Hanya memang biayanya pasti besar," katanya.

"Karena kita memandang bahwa aluminium ini jauh lebih aman, lebih nyaman, lebih terjaga lah segala-sesuatunya, baik security atau semacamnya ketika sudah di lapangan," sambung Andi Nurpati. (*)