Agenda Presiden

Sebut Tak Sulit untuk Menyenangkan Masyarakat, Jokowi: Tinggal Sebar Subsidi, Bansos, atau BLT

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hal-hal yang mudah dilakukan pemerintah untuk sekadar membuat senang masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya melalui laman Instagram, @jokowi, yang diunggah, pada Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, menyenangkan hati masyarakat cukup mudah, yakni pemerintah hanya perlu menyebarkan subsidi, bantuan sosial, ataupun bantuan langsung tunai sebanyak mungkin pada masyarakat.

Soal 25 Kader PAN Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf, Wakil Ketua DPW PAN Sumsel: Kami Tak Kenal Mereka

Namun, Jokowi menegaskan, pemerintah tidak ingin mendidik masyarakat untuk mendapatkan hal-hal secara instan dan mudah.

Pemerintah, tulisnya, ingin membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan kokoh.

Sehingga, saat datang masa-masa yang sulit, bangsa Indonesia tetap berdiri dengan kuat.

Fahri Hamzah Minta Pemfitnah Jokowi Dipenjara, Faizal Assegaf: Kok Berbalik Menuding Diri Sendiri

"Sebenarnya sih, bagi pemerintah, tidak susah-susah amat kalau sekadar mau menyenangkan semua orang.

Tinggal menyebar subsidi, bantuan sosial, atau bantuan langsung tunai sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Tapi bukan untuk itu tujuan pembangunan ini.

Dalam setiap kebijakan pemerintah, terdapat unsur pendidikan kepada masyarakat.

Proses pembangunan tidak melulu menyenangkan, kita melewati proses yang kadang pahit, kadang sakit, dan masa-masa saat kita memetik buahnya.

Pemerintah ini tidak ingin mendidik masyarakat ini dengan hal-hal yang instan, gampang, hanya menyenangkan dan memanjakan.

Kita membangun Indonesia, ibarat membangun sebuah rumah: kalau mau kokoh, ya memerlukan pondasi dan pilar yang kuat.

Di saat diterpa gelombang apa pun, gelombang ekonomi atau politik, bangsa ini akan tetap menjadi bangsa yang besar dan kokoh.

Proses yang pahit dan sakit itu akan membawa Indonesia menuju negara yang maju di masa depan, untuk kita dan generasi mendatang," tulis @jokowi.

Mengutip laman Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, hal yang sama ternyata disampaikan Jokowi dalam acara peluncuran buku 'Jokowi Menuju Cahaya' karya Albertiene Endah di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Di acara itu juga, Jokowi mengungkapkan, untuk membangun negara yang besar, maka perlu adanya kompetisi dan persaingan.

Ia juga menyebutkan jika infrastruktur adalah syarat mutlak lainnya dalam pembangunan.

Selain itu, ada pula faktor lain, yaitu manusianya.

“Artinya pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia itu betul-betul menjadi sebuah syarat, dan itu akan kita lakukan secara besar-besaran setelah pembangunan infrastruktur ini berjalan, bukan dihentikan ya. Berjalan ini (infrastruktur) kita menggeser lagi ke pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran,” terang Jokowi.

Najwa Shihab Terkejut Melihat Isi Rumah Jokowi di Paviliun Istana Bogor: Cuma Segini Saja, Pak?

Selanjutnya, reformasi strukturan di dalam pemerintahan juga harus berjalan.

Jokowi pun mengingatkan bahwa sekarang ini negara besar belum tentu mengalahkan negara kecil, dan negara yang kuat juga belum tentu bisa mengalahkan negara yang lemah.

"Tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lamban, ke depan pasti seperti itu. Inilah bangunan-bangunan yang kita siapkan menuju ke sana," ujarnya.

Untuk diketahui, peluncuran buku Jokowi Menuju Cahaya itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Mendikbud Muhadjir Effendy, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menlu Retno Marsudi, dan Jaksa Agung Prasetyo. (*)