Reuni Akbar 212

Unggah Video Apel TNI di Monas, Suryo Prabowo: Tidak Mungkin Dihadapkan Rakyat Peserta Reuni 212

Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prajurit TNI saat mengikuti apel kesiapan membantu tugas POLRI dalam pengamanan natal, tahun baru, pileg dan pilpres 2019 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).

TRIBUNWOW.COM - Mantan Kepala Staf Umum TNI Purnawirawan Suryo Prabowo mengunggah video apel ribuan prajurit TNI-Polri di Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (30/11/2018).

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dari postingan akun Twitter @marierteman yang diunggah pada Sabtu (01/12/2018).

Dari video itu, terlihat para prajurit TNI melakukan apel beserta meriam hingga tank.

Suryo Prabowo mengatakan tidak mungkin jika mereka akan dihadapkan pada para peserta Reuni 212 di Monas.

Hal itu lantaran jati diri TNI adalah tentara rakyat, bukan tentara pemerintah.

Debat dengan Jubir Jusuf Kalla soal Omongan Jokowi, Said Didu: Mari Kita Jujur-jujur Sajalah

"Meriam, roket, tank
dan ribuan Prajurit TNI
yg apel di Monas kemarin

tdk mkn dihadapkan pd
rakyat peserta reuni 212,
krn persenjataan tempur dibeli dari uang rakyat

sementara itu salah satu
jati diri TNI itu TENTARA RAKYAT
bukan tentara pemerintah," tulisnya.

Apel TNI-Polri di Monas Jumat (30/11/2018)

Sementara itu, dikutip dari Warta Kota, acara tersebut merupakan apel kesiapan TNI dalam membantu tugas Polri di pengamanan Natal, Tahun Baru, Pileg, dan Pilpres 2019 mendatang.

Apel dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Apel digelar di Monumen Nasional (Monas) sekitar pukul 10.00 WIB.

Adapun peserta yang mengikuti apel adalah 50.000 personel.

Mereka terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri.

Selain menggelar apel, sejumlah alutsista seperti Tank Scorpion, Tank Stomer, Meriam 57 Mm, Tank Leopard, Meriam Caesar, Busmaster, Panser Anoa, Panser Komodo, dan Radar MCP Poprad juga turut dipamerkan.

Apel tersebut dihadiri oleh KepaIa Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna serta Pejabat Tinggi Mabes TNI dan PoIri.

Tanggapi Klarifikasi KNKT, Hotman Paris: Betapa Sakit Hatinya Keluarga Korban Lion Air Dengar Ini

Prajurit TNI saat mengikuti apel kesiapan membantu tugas POLRI dalam pengamanan natal, tahun baru, pileg dan pilpres 2019 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Reuni 212

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif menuturkan agenda Reuni Akbar 212 bukanlah sebagai ajang politik praktis atau kampanye pasangan calon tertentu.

"Reuni Mujahid 212 bukanlah sebagai ajang politik praktis atau kampanye Paslon tertentu," kata Slamet di Gedung DDII, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018), dikutip dari TribunJakarta.com.

Dia juga mengatakan pihaknya telah mengundang Jokowi dan Jusuf Kalla dalam perhelatan ini pada Kamis (29/11/2018).

"Insya Allah besok kesekretariatan akan hadir, besok datang ke Setneg untuk mengantarkan undangan buat presiden dan wakil presiden," ujar Ma'arif di Gedung DDII, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Selain itu, pihaknya juga mengundang pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Nah kalau lisan karena Prabowo dan Sandi bukan presiden, jadi mudah ditemui dan kami sampaikan langsung kepada Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk hadir tanggal 2 besok, dan Insya Allah kalau tidak ada hal-hal yang di luar dugaan Insya Allah beliau hadir," jelasnya.

Selain itu Ma'arif juga menyebut mengundang pimpinan DPR dan MPR untuk hadir dalam acara tersebut.

"Kami sudah serahkan langsung ke sekretriat," ujarnya.

Ketua Panitia Reuni 212 Bernard Abdul Jabbar pun memastikan Reuni 212 nantinya akan berlangsung tertib.

Jika ada pihak yang membuat kerusuhan, kata Bernard, itu merupakan penyusup dan bukan berasal dari alumni 212.

Galang Sumbangan Kampanye, Prabowo-Sandi Sudah Kantongi Lebih dari Rp2 Miliar

"Karena kami mendengar isu beberapa kelompok penyusup yang akan melakukan kerusuhan dan sebagainya atau mungkin memberikan makanan yang sudah dicampur zat-zat tertentu ada hal yang ingin menjadi masalah jadi kisruh.

Kami sudah jelaskan ke Wakapolda kalau acara nanti tanggal 2 ada orang tertentu yang membuat kerusuhan kami jamin itu bukan dari kami. Kami yakinkan maka kami akan melawan orang yang berdosa tersebut," ujarnya.

Ia juga memastikan adanya tudingan terkait reuni 212 itu ditunggangi kepentingan politik adalah fitnah.

Massa Aksi Damai 212 memadati Kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Aksi menuntut ditangkapnya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama kali ini diisi dengan kegiatan zikir dan doa bersama. (warta kota)

Di sisi lain Humas dan Media Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Bamukmin mengatakan, panitian 212 telah menyiapakan pengibaran satu juta bendera bertuliskan kalimat tauhid pada reuni akbar 212.

"Kita masih persiapan, karena ini menjadi agenda tahunan, kita betul-betul fokus, di mana adalah kibarkan satu juta bendera kalimat tauhid," ujar Novel Bamukmin saat dihubungi, Senin (26/11/2018), dikutip dari WartaKotaLive.com.

Ia mengimbau para massa yang datang dapat membawa bendera secara sukarela.

"Kita mengimbau kepada masyarakat secara rela membuat bendera sebanyak-banyaknya," kata Novel Bamukmin.

Panitia Kongres Nasional Alumni 212, Habib Novel Bamu'min, di Lapangan Medan Merdeka, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). (Tribunnews.com / Rina Ayu)

 

 (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)