Agenda Presiden

Mengaku Geram, Jokowi Ingin Cari Orang yang Menudingnya PKI

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan para santri dan pengurus Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Senin (22/10/2018).

TRIBUNWOW.COM - Sekali lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kegeramannya karena masih ada saja pihak-pihak yang menyebarkan isu bohong dan fitnah yang kerap ditujukan pada dirinya.

Dilansir TribunWow.com dari KompasTV, Sabtu (24/11/2018), hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat dirinya berpidato dalam acara pembagian sertifikat lahan untuk warga Lampung Tengah di Lapangan Tenis Indoor Gunung Sugih.

Jokowi bahkan menggaris bawahi isu fitnah yang menyebutkan jika dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selama 4 tahun masa jabatannya, Jokowi mengaku jika dirinya selalu dikaitkan dengan isu PKI.

"Coba dilihat di medsos (media sosial), Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah-fitnah yang seperti itu," ujar Jokowi.

5 Fakta Mengenai Pelantikan KSAD Andika Perkasa, Rumor Negatif hingga Alasan Presiden Jokowi

Jokowi menuturkan jika isu itu tidak masuk logika.

Sebab PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan pada tahun 1965/1966.

Sementara itu Jokowi lahir pada tahun 1961.

Artinya, saat PKI dibubarkan, Jokowi baru berusia 4 tahun.

"Lha kok bisa diisukan aktivis PKI? Mana ada anggota PKI balita," kata Jokowi yang disambut tawa peserta acara.

Tak hanya sebatas isu, belum lama di media sosial memang tersebar foto Ketua Umum PKI DN Aidit yang sedang berpidato.

Di depan podiumnya tampak sosok yang disebut sebagai Jokowi.

Menanggapi itu Jokowi pun mengatakan, foto itu adalah dokumen dari sejarah yang diambil tahun 1955 di mana ia belum lahir.

"Lahir saja belum, tapi sudah dipasang (fotonya). Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok tapi orangnya di mana. Saya cari betul," ujar Jokowi yang kembali disambut riuh peserta acara.

Agenda Lengkap Jokowi selama 2 Hari di Lampung, sebagai Presiden dan Capres 2019

capture video saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pidato dan mengaku geram dengan isu PKI yang terus ditujukan padanya. Foto tersebut diperlihatkan Jokowi saat ia menyampaikan pidatonya, Jumat (23/11/2018). (Instagram @kompastv)

Mengutip Kompas.com, Jokowi juga mengaku jika selama empat tahun, ia berusaha untuk tidak menggubris tudingan tersebut.

Namun,jelasnya, masih ada enam persen masyarakat Indonesia yang percaya dengan isu itu.

Oleh sebab itu, Jokowi menganggap jika kini adalah waktu yang tepat untuk menjawab isu-isu tersebut.

"Banyak yang terkejut juga waktu saya jawab itu. Mereka bilang, iya juga ya Pak. Saya bilang, ya iyalah," ujar Jokowi.

Sementara itu, mengutip website Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, pernyataan Jokowi itu disampaikan saat dirinya membagikan sertifikat tanah kepada 1.300 warga di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, yang dihelat di Tenis Indoor Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (23/11/2018).

Alasan Jokowi Pilih Andika Perkasa sebagai KSAD: Semuanya Komplet

Dalam sambutannya itu, Jokowi juga menuturkan jika pemerintah akan memberikan 264.000 sertifikat tanah untuk seluruh Provinsi Lampung.

Sementara khusus Kabupaten Lampung Tengah akan dibagikan 30.000 sertifikat pada tahun ini.

“Sebagian sudah, sebagian di November-Desember ini akan diberikan. Dan hari ini 1.300 yang diberikan kepada bapak-ibu sekalian,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan, rtifikat ini penting karena ini adalah tanda bukti hak hukum tanah yang kita miliki.

Oleh karena itu, Jokowi pun berpesan agar sertifikat tanah itu diberi plastik serta difotokopi.

"Yang asli ditaruh di lemari satu, yang fotokopi taruh lemari dua, sehingga kalau yahg asli hilang masih punya fotokopi untuk mengurus ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)," imbaunya.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)