TRIBUNWOW.COM - Jenazah keluarga Nainggolan yang menjadi korban pembunuhan satu kelurga sampai di kediaman keluarganya di Hariara Tolu, Samosir Kamis (15/11/2018) pukul 07.05.
Dilansir dari TribunMedan.com, sebelumnya jenazah korban pembunuhan satu keluarga telah tiba di Bandar Internasional Kualanamu pada Rabu (14/11/2018) malam.
Keempat jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi tersebut, dibawa menggunakan dua pesawat Batik Air ID 6892 dan Sriwijaya Air SJ 016.
Sekitar pukul 20.06 WIB peti jenazah keluar dari Terminal Kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang yang kemudian diberangkatkan menuju rumah kediamannya di Samosir.
• Mencari Titik Terang Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, dari Anjing Korban hingga Mobil yang Hilang
Keempat jenazah tersebut adalah Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).
Nantinya, korban pembunuhan satu keluarga akan dimakankan di Samosir, Kamis (15/11/2018) pukul 14.00 WIB setelah melakukan serangkaian upacara adat.
Nurhayati Sihotang Hasugian, Ibu Diperum Nainggolan, tak kuasa menahan tangis.
Ia histeris menyambut kedatangan jenazah anak, menantu dan cucunya.
Menurut penuturan dari Nurhayati, diketahui Diperum Nainggolan atau biasa dikenal Bang Golan sudah lima tahun tidak pulang ke Samosir.
• Kejanggalan yang Dirasakan Tetangga hingga Satpam soal Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Nurhayati sangat terpukul dan tidak menyangka, kejadian pembunuhan tersebut melanda anak dan cucunya.
Padahal sebelumnya Bang Golan ataupun istrinya Maya, tidak pernah mengeluh tentang persoalan atau pun masalah yang tengah dihadapi oleh keluarganya.
Menurut penuturan Nurhayati, Bang Golan sudah membuka usaha toko dan mengelola usaha indekos sebanyak 29 kamar yang sebelumnya milik abangnya bernama Douglas Nainggolan.
Dikatakan oleh Nurhayati, Douglas Nainggolan terlampau sibuk untuk mengurus pekerjaannya sebagai seorang marketing.
• Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi - Berikut Fakta-Fakta Penuturan Tetangga Sebelum Kejadian
Nurhayati kemudian berharap agar pihak kepolisian secepatnya dapat mengusut kasus pembunuhan yang menyebabkan anak, menantu dan cucunya tersebut tewas.
"Agar kepolisiam secepatnya dapat mengungkap kasus pembunuham terhadap anak, menantu dan kedua cucu saya. Keluarga besar Nainggolan berharap agar pelaku pembunuhan mendapat hukuman mati atas tindakan keji itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga yang beralamat di Jalan Bojong Nangka 2 RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi ditemukan tewas di rumahnya Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30.
Diberitakan Wartakotalive, Kombes Pol Edy Purnomo mengungkapkan bahwa ia menemukan banyak luka pada tubuh korban.
Tidak hanya luka yang disebabkan oleh senjata tajam, Edy menuturkan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka yang berasal dari benda tumpul pada tubuh korban.
• Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Pakar Forensik Sebut Anjing Peliharaan Korban Bisa jadi Saksi
Bahkan menurut keterangannya, di tubuh kedua anak korban, juga ditemukan bekas luka senjata tajam.
"Luka senjata tajam, ada banyak, ada benda tumpul juga. Anak juga ada luka sajam," kata Edy Purnomo, Selasa (13/11/2018).
Kasus pembunuhan satu keluarga tersebut terungkap, saat tetangga korban, Feby Lofa curiga melihat gerbang rumah korban yang masih terbuka dan televisi yang juga masih dalam kondisi menyala pada pukul 03.30 WIB pagi.
Feby Lofa mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban.
"Saya sempat lihat gerbangnya kebuka, saya panggil tidak nyahut, padahal TV nyala, kira saya tidur kali. Ya sudah saya pulang ke kontrakan," ucap Febby.
• Mengenal Sistem CAT yang Dinobatkan Bank Dunia sebagai Produk Unggul Rekrutmen CPNS
Sekitar pukul 06.30 WIB, Feby Lofa kembali mencoba mengetuk pintu rumah korban karena korban belum berangkat kerja.
Namun kembali tidak ada jawaban, Feby Lofa memberanikan diri berusaha membuka jendela rumah.
Feby yang berhasil membuka jendela, menemukan korban telah bersimbah darah dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT kampungnya.
"Biasanya korban ini (suaminya) kan kerja suka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi belum bangun juga, saya lihat lewat jendela ternyata penghuni rumah tergeletak penuh darah," tambahnya.
"Saya kasih tahu warga lain dan Pak RT. Terus langsung nelpon polsek Pondok Gede," ujarnya.
(TribunWow.com/Nila Irda)