Pesawat Lion Air Jatuh

Basarnas dan Keluarga Menolak Otopsi pada Jenazah Penyelam Syachrul Anto

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah anggota Diver Rescue Syachrul Anto (48) di rumah duka Jalan Bendul Merisi Gang VIII no 41 Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

TRIBUNWOW.COM - Syachrul Anto, penyelam yang betugas dalam pencarian puing pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 dinyatakan meninggal setelah sempat tidak sadarkan diri.

Berdasarkan rilis yang diterima TribunWow.com, Syachrul dinyatakan meninggal pada Jumat (2/11/2018), pukul 22.30 WIB.

Syachrul dibawa ke RSUD Koja oleh Basarnas pada pukul 22.10 WIB.

Duka Istri Syachrul Anto, Penyelam yang Meninggal saat Evakuasi Lion Air: Tunggu Aku di Surga

Ia dibawa ke RSUD dalam keadaan tidak sadar, tidak ada respon, dan tidak ada denyut nadi.

Pukul 22.30 WIB, dr.Adhy sebagai dokter jaga IGD menyatakan Syachrul meninggal dunia.

Setelah dinyatakan meninggal, dr.Ady yang bertugas sebagai dokter jaga di IGS sempat menyarankan Syachrul untuk dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) guna dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya Syachrul Anto.

Namun, Basarnas dan keluarga Syachrul menolak tawaran untuk otopsi.

Sosok Syachrul Anto, Meninggal saat Evakuasi Lion Air: Rela Tinggalkan Perusahaan sampai Bulanan

Pihak keluarga memilih untuk langsung menyemayamkan Syachrul Anto.

Jenazah Syachrul yang merupakan anggota Diver Rescue, telah tiba di rumah duka Jalan Bendul Merisi Gang VIII no 41 Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Syachrul diterbangkan pukul 05.00 WIB dari Jakarta dan tiba di rumah duka 3 jam setelahnya.

"Tadi tiba jam 08.00 WIB," kata kakak ipar korban, Ibnu Abdillah di rumah duka, Sabtu (3/11/2018). (TribunWow.com/Tiffany Marantika)