TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum tata negara, Refly Harun menuliskan cuitan soal kampanye positif dan negatif.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Refly Harun melalui akun Twitter-nya, @ReflyHZ, pada Senin (15/10/2018).
Awalnya, Refly Harun menuliskan jika seorang berkampanye pasti akan menyampaikan hal positif atau positive campaign.
• Tegaskan Demokrat Tidak akan Kampanye Negatif dalam Pemilu, Andi Arief: Tugas Kami Mendidik Rakyat
Namun tak menutup kemungkinan, akan banyak negatif faktual terhadap lawannya atau negative campaign.
Menurutnya, kedua hal tersebut sangat lumrah dalam pemilu dan sebaiknya dikontra-argumen dengan data dan fakta tandingan.
"Kalau seseorang berkampanye tentu akan menyampaikan hal positif dari dirinya (positive campaign) dan pastinya lebih banyak soal negatif faktual terhadap lawannya (negative campaign). Itu lumrah sih dlm pemilu. Dikontraargumen dg data dan fakta tandingan sj," tulis Refly Harun.
• Masuki Masa Kampanye, Pengamat Politik Nilai Para Paslon Capres-Cawapres Belum Perlihatkan Visi Misi
Lebih lanjut, Refly mengatakan jika negative campaign hanyalah metode kampanye yang belum tentu efektif dalam konteks pemilu di Indonesia.
Dirinya mengatakan, agar tidak perlu risau dan belajar sabar serta menyiapkan kontra-argumen.
"Negative campaign itu hanyalah metode kampanye tetapi blm tentu juga efektif dalam konteks pemilu Indonesia. Nggk perlu risau, belajarlah utk bersabar dan siapkan kontraargumen," cuit Refly Harun.
Diketahui, saat ini tengah berlangsung kampanye calon anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019.
Terdapat dua pasangan capres dan cawapres, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan nomor urut 01 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan nomor urut 02.
• KPU Tegaskan Larangan Kampanye di Pesantren, Nusron Wahid: Kyai Maruf Amin Silaturahim di Mana?
Jokowi-Ma'ruf Amin diusung oleh partai PDIP, Partai NasDem, Hanura, Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan, Perindo, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diusung empat parpol, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.
(TribunWow.com/ Rekarinta Vintoko)