Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menceritakan tentang dirinya yang terserang flu dalam beberapa hari terkahir ini.
Flu tersebut menyerangnya setelah Prabowo berkeliling ke sejumlah daerah pada masa kampanye Pemilu Presiden 2019.
"Jadi kalau kita keliling dan ketemu rakyat, mereka ingin bersentuhan ada yang mau cipika-cipiki, terutama kalau orang tua bawa bayi."
"Saya lihat oh ini pasti minta digendong dan dicium," kata Prabowo dalam acara Silaturahmi Kebangsaan Pergerakan Indonesia Maju di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (12/10/2018) malam.
• Ditanya soal Kampanye Pilpres, Anies Baswedan: Pak Prabowo dan Pak Sandi Minta Saya Fokus di Jakarta
Menurut Prabowo sudah menjadi risikonya untuk menyapa, dan menerima salam dari rakyat.
Apalagi banyak rakyat yang memaksakan diri untuk bertemu dengannya meskipun dengan proses yang tidak mudah.
Karena itu ia harus siap dengan segala risiko termasuk terserang flu.
"Kadang saya tanya berapa jam datang ke sini. Ada yang lebih dari tiga jam datang ke tempat ini, ada yang 14 jam dari desa, harus menyeberang dan datang dengan biaya urunan. Risiko kita harus mau dan akhirnya kita terserang virus, dan sebagainya," katanya.
Titiek Soeharto dan Prabowo Subianto di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). (Warta Kota/Henry Lopulalan)
• Sebut Harapannya dalam Pilpres, Prabowo Subianto: Kalau Rakyat Sudah Putuskan, Kita Ikuti Saja
Meskipun terserang flu, Prabowo mengaku memaksakan diri hadir dalam acara Pergerakan Indonesia Maju yang digagas oleh Din Syamsuddin.
Karena menurutnya, Din merupakan kawannya sejak dulu.
"Saya ceritakan ini, tadinya saya engga mau datang, saya suruh cek Jokowi datang engga? Ada konfirmasi (datang). Lalu saya bilang dateng ga ya, karena engga enak Din Syamsuddin," katanya.
Dalam acara silaturahmi kebangsaan tersebut Prabowo menerima aspirasi dari Din mengenai visi kebangsaan ke depan.
Prabowo sepakat pada aspirasi tersebut karena memiliki kecocokan dengan visi misi koalisi Indonesia Adil Makmur.
"Saya engga terlalu bahas, sepintas saya baca 99,99 persen klop dengan saya," kata Prabowo. (*)