Kabar Tokoh

Habiskan Anggaran Rp 187 Triliun, Jokowi: Pembangunan Desa Tidak Boleh Basa-Basi

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Joko Widodo (Jokowi) hadir di Rakor Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, di Balairung Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (8/10/2018).

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pengeluaran anggaran pembangunan desa sebesar Rp 187 triliun pasti akan memberi banyak dampak untuk desa.

Dilansir TribunWow.com dari Sekretaris Kabinet RI, setkab.go.id, Jokowi mengungkapkan dampak itu tak hanya pada bidang infrastuktur. 

Namun, juga pada sumber daya manusia, yakni membangun lingkungan kasih sayang di perdesan-perdesaan.

Tanggapan Polda Metro Jaya soal Rencana Pengajuan Penangguhan Penahanan Ratna Sarumpaet

“Kemarin tiga tahun kita konsentrasi fokus membangun infrastruktur, tapi ke depan penting bagi kita untuk membangun sumber daya manusia, menyiapkan anak-anak, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat, termasuk Bumdes (Badan Usaha Milik Desa),” kata Jokowi saat hadir di Rakor Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, di Balairung Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (8/10/2018).

Tahun ini, anggaran desa lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni selisih Rp 60 triliun.

Jokowi menegaskan, semua pihak terkait, harus memastikan dana tersebut dapat memberi manfaat kepada desa.

“Artinya apa? Pembangunan desa tidak boleh setengah-setengah. Tidak boleh nanggung-nanggung, tidak boleh basa-basi. Ini harus betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Jokowi.

Soal IMF-World Bank, Dahnil Anzar: Kami Memberikan Saran, Bila Tidak Diterima Itu Kuasa Pemerintah

Lanjutnya, Jokowi juga mengingatkan, para pihak agar membeli barang-barang kebutuhan pembangunan di desa saja agar memberi manfaat untuk para pembisnis di kota.

“Jangan sampai uang yang sudah masuk desa, itu dibelikan ke kota. Hati-hati,” tutur Jokowi.

Jokowi memberikan contoh, misalkan pembelian semen di desa, misal tidak ada, Jokowi menyarankan agar pemerintah menggerakkan masyarakat untuk cari batu di sungai.

“Pasir beli dari desa itu, atau kalau enggak dari desa itu paling tidak di lingkup kecamatan. Semen, meski di kota kita beli bisa Rp 2000-Rp 3000 lebih murah. Tetap belilah di desa, mahal dikit enggak papa, tapi uangnya beredar di desa,” ucap Jokowi.

Sementara itu, dilansir TribunWow.com dari WartaKota, Jokowi mengatakan penyaluran dana desa yang dijalankan Pemerintah Indonesia, ingin ditiru oleh beberapa negara, dalam menggerakan perekonomian di daerah.

Warga Kecewa Nissa Sabyan Tak Tampil di Pesta Rakyat Porda Jabar, Manajemen Sebut Panitia Sebar Hoax

"Ada enam negara ingin belajar pada kita, bagaimana mengelola. Manfaat dana desa ini untuk apa, bagaimana bisa menggerakan ekonomi? Jangan sampai mereka belajar sama kita, eh ternyata dana desa itu pemanfaatannya kurang," ujar Jokowi saat rapat koordinasi dengan pendamping dana desa di Deli Serdang, Senin (8/10/2018).

Akan tetapi, terkait negara mana saja yang ingin belajar ke Indonesia dalam hal penyaluran dana desa, Jokowi tidak menjelaskannya dan mendapatkan informasi dari Kemendes. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)