TRIBUNWOW.COM - Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminta pemerintah hemat dalam menggunakan anggaran, terlebih dengan pelemahan rupiah yang kian memperihatinkan.
Belum lagi, dengan berbagai bencana yang terjadi di Lombok, Palu, dan Donggala. Pernyataan ini terucap saat pewarta bertanya apakah masih perlu perhelatan pertemuan Bank Dunia dan IMF yang digelar di Bali, tetap dilangsungkan.
“Saya rasa tidak peru sampai batal ya, tapi cobalah untuk berhemat. Acara seperti itu bisa tetap dilangsungkan dengan cara sederhana. Misalnya, jamuan makanannya disederhanakan, minum air putih, makanan dari nasi ulam, warung nasi wardani," tutur Sandiaga Uno seusai mengunjungi Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018).
• Menko Luhut Sebut Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali adalah yang Terbesar sejak Tahun 1946
"Saya rasa para peserta pertemuan juga akan mengerti kesederhanaan ini, karena kita masih prihatin dengan bencana Lombok, Palu, Donggala, dan Gunung Soputan,” sambungnya.
Sandiga Uno juga meminta pemerintah menyetop keran impor barang kebutuhan pokok yang bisa diproduksi di dalam negeri.
“Impor hanya menguntungkan segelintir orang. Harus diberi insentif kepada pelaku usaha ekspor,” ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Sandiaga Uno Usul Konsumsi Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Pakai Nasi Ulam