Pilpres 2019

Soal Polemik Iklan Pemerintah di Bioskop, Ruhut Sitompul: Pendukung Prabowo-Sandi Makin Sensitif

Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ruhut Sitompul

TRIBUNWOW.COM - Mantan anggota Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul melontarkan sindiran kepada para pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @ruhutsitompul yang diunggah pada Jumat (14/9/2018).

Ruhut Sitompul menilai jika para pendukung Prabowo-Sandiaga semakin sensitif dengan mengkritik iklan hasil pembangunan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang ditayangkan di bioskop.

"Pendukung Prabowo & Sandi semakin Sensitif, 'Hasil Capaian Keberhasilan Pak JOKOWI-JK dikatakan iklan curi start silahakan saja mengiklankan Anis & Sandi Hasil menjadi Gubernur DKI yg mereka dukung Rumah 0% & Oke Oce yg malu achhhhhhhh' #2019 Sudah Pak JOKOWI saja MERDEKA,"  tulis Ruhut Sitompul.

Sebut Iklan Oposisi Berisi Kisah Suram Isi Ancaman, Rustam Ibrahim Bandingkan dengan Milik Jokowi

Postingan Ruhut Sitompul (Capture Twitter)

Sebelumnya, Ruhut Sitompul juga melontarkan sindiran serupa kepada para pendukung Prabowo-Sandiaga yang dianggapnya kebakaran jenggot.

"Hasil Capaian Pemerintahan Pak Joko Widodo Presiden RI ke 7, “Pendukung Rumah sblh Kebakaran Jenggot,
tolong Jgn Sewot Pak JOKOWI Pak JK Sudah Sedang & Akan Melanjutkan Bekerja utk RAKYAT sedangkan Si Ijong & yg didukung baru A k a n mulai Bekerja K a l a u Menang” MERDEKA," tulis Ruhut Sitompul, Kamis (13/9/2018).

Cuitan Ruhut Sitompul (Capture Twitter)

Diberitakan sebelumnya, iklan capaian kinerja pemerintahan Presiden Jokowi yang ditayangkan di bioskop menjadi viral dan menuai sejumlah kritik.

Iklan yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu sempat menuai polemik lantaran dianggap bagian dari kampanye Jokowi di Pilpres 2019.

Tanggapan Kominfo

Atas kritikan yang terus berdatangan terkait pemasangan iklan capaian pemerintah di bioskop tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika diwakilkan Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, memberikan klarifikasi melalui halaman Facebook pribadinya, Rabu (12/9/2018) malam.

Dalam videonya, Ferdinandus mengungkapkan hal tersebut bukan bagian dari kampanye.

“Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang,” ujar Ferdinandus.

Dalam keterangan videonya, Ferdinandus menulis poin-poin klarifikasi Kemenkominfo.

Viral Iklan Jokowi di Bioskop, Sejumlah Tokoh Beri Tanggapan

Yang pertama, "Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menjalankan tugas sebagai Humas Pemerintah (Government Public Relation) sebagaimana amanat UU No 39 Tahuh 2008 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No 54 Tahun 2015 dan Inpres No 9 Tahun 2015."

"Sebagai Humas Pemerintah, Kementerian Kominfo RI selalu berupaya menyampaikan program, kebijakan, kegiatan dan capaian, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah kepada publik melalui berbagai saluran yg tersedia, termasuk melalui iklan layanan masyarakat."

Ferdinandus juga menuliskan penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih karena jumlah penonton yang terukur.

"Penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih sebagai salah satu kanal karena dinilai tepat sasaran mengingat jumlah penontonnya terukur.

Untuk diketahui, pengelola bioskop menyediakan space utk iklan sebelum penayangan sebuah film."

Lanjutnya, ia menuliskan anggaran pembuatan iklan tersebut dibebankan kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemkominfo.

"Anggaran yg digunakan utk iklan layanan masyarakat tersebut dibebankan pada DIPA Kementerian Kominfo Tahun 2018, yg mana proses perencaannya telah disiapkan sejak pertengahan 2017," imbuhnya.

Andi Arief Sebut Hasil Ijtima Ulama Jauh Lebih Kuat daripada Dukungan Para Gubernur ke Jokowi

Komentar Istana

Sementara itu, pihak istana juga membantah iklan Jokowi itu bukan dalam rangka kampanye.

"‎Jelas itu bukan kampanye," kata Staf Khusus Presiden Adita Irawati saat dihubungi, Jakarta, Kamis (13/9/2018) seperti dikutip dari Tribunnews.

Adita menjelaskan, iklan yang disajikan di bioskop sebelum dimulainya film, merupakan produksi dari Kemenkominfo yang bertugas menyampaikan program pemerintah yang sudah berjalan maupun akan terlaksana.

"‎Itu adalah komunikasi pembangunan yang memang perlu dilakukan pemerintah agar masyarakat mengetahui hasil-hasil pembangunan dan dapat memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dirinya pun tidak mempersoalkan ada sejumlah pihak, terutama yang beseberangan dengan pemerintahan Jokowi agar iklan tersebut dicopot dari bioskop tanah air.

‎"Silakan saja berpendapat demikian, yang paling penting kan sudah ada pengawasnya dari Bawaslu," ujarnya. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)