Soal Jokowi Beri Bantuan untuk Bangun Rumah Korban Gempa Lombok, Suryo Prabowo: Belum Ada yang Cair

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suryo Prabowo dan Presiden Jokowi

TRIBUNWOW.COM - Purnawirawan Suryo Prabowo memberikan kritikan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemberian bantuan tabungan untuk membangun rumah bagi korban gempa di Lombok.

Hal ini dikemukakan Suryo Prabowo melalui Twitter miliknya, @marierteman, Jumat (14/9/2018).

Suryo Prabowo mengkritik jika sudah 2 minggu setelah tabungan yang diberikan Jokowi untuk korban gempa belum juga cair.

Dikarenakan, pencairan harus menunggu persetujuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR).

Anisa Eks Cherrybelle akan Segera Menikah dengan Pria Pilihannya setelah Jalani Taaruf

Info Pendaftaran CPNS 2018: Syarat yang Diperlukan untuk Lulusan Terbaik dan Diaspora

"Pak @jokowi saya dpt info sdh 2 minggu tabungan yg bpk beri blm ada yg cair.

krn uang itu hanya bisa cair bila ada acc dari @KemenPU dan digunakan utk mbangun rmh Risha.

Yg semua materialnya dibeli dr @KemenPU selain rmh Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) ruangnya gak bakal cair
@BANKBRI_ID @BNPB_Indonesia," tulis Suryo Prabowo.

Sebar Undangan Digital, Anisa Eks Cherrybelle Umumkan Tanggal Pernikahannya

Postingan Twitter Suryo Prabowo (TWITTER)

Soal Prasasti Peresmian Bandara Lombok, Analis Politik LIPI: Rekan-rekan Demokrat Terlalu Sensi

Pada video terlihat Jokowi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB), dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan bantuan secara simbolis untuk pembangunan rumah warga di Lombok Utara.

Sebanyak 5.293 warga yang telah diverifikasi rumahnya rusak telah menerima bantuan tersebut.

Dalam bantuan tersebut, pemerintah menjanjikan pembangunan dan perbaikan rumah.

Bantuan untuk pembangunan rumah ini diberikan dalam bentuk rekening di bank.

Uang tersebut sebesar Rp 500 juta untuk warga yang rumahnya rusak parah.

Rp 25 juta untuk rumahnya rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rumahnya rusak ringan.

Jokowi juga tidak memberikan potongan bagi para penerima itu.

"Jangan lagi ada potongan biaya apapun untuk apapun untuk bantuan ini, hati-hati bekerja dengan saya, saya cek saya pastikan saya cek," ujar Jokowi pada video tersebut.

Soal Kabar Pembongkaran Prasasti Peresmian Bandara Lombok, Andi Arief Beri Tanggapan

Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, terkait Risha, yang diaplikasikan pemerintah untuk merevitalisasi rumah rusak berat akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah juga membawa konsep Rumah Instan Kayu (Rika) untuk dibangun sebagai pilihan alternatif.

Baik Risha maupun Rika merupakan teknologi perumahan yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang diklaim mampu menahan hantaman gempa bermagnitudo tinggi.

"Ada konsep Risha, ada juga Rika yang akan ditawarkan," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Pemerintah hingga kini masih mendata jumlah rumah yang rusak.

Dari hasil pendataan sementara, jumlah rumah yang rusak yaitu 125.744 unit, dengan klasifikasi 74.354 unit rusak berat dan 51.390 unit rusak ringan.

Nantinya, pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut dengan menggunakan teknologi Risha maupun Rika.

"Kami berpesan agar uang itu digunakan untuk membangun kembali rumah yang rusak lebih baik. Nah, PUPR tugasnya mendampingi agar rumah yang dibangun masyarakat secara teknis dapat dipertanggungjawabkan, in case ada gempa lagi," ujarnya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)