TRIBUNWOW.COM - Mantan Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul memberikan tanggapan terkait para pendukung pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo dan Sandiaga Uno.
Hal ini diungkapkan Ruhut melalui Twitter miliknya, @ruhutsitompul, Jumat (14/9/2018).
Ruhut mengatakan jika pendukung Prabowo-Sandiaga semakin sensitif dalam mengomentari hasil keberhasilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut ditayangkan di bioskop.
Mantan politikus Demokrat ini juga membandingkan dengan kinerja Sandiaga yang mendampingi Anies saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Program yang disoroti Ruhut adalah soal rumah 0 persen dan program OK OCE.
"Pendukung Prabowo & Sandi semakin Sensitif,
'Hasil Capaian Keberhasilan Pak JOKOWI - JK dikatakan iklan curi start silahakan saja mengiklankan.
Anis & Sandi Hasil menjadi Gubernur DKI yg mereka dukung Rumah 0% & Oke Oce yg malu achhhhhhhh'
#2019 Sudah Pak JOKOWI saja MERDEKA," tulis Ruhut Sitompul.
• Soal Hasil Capaian Pemerintahan Jokowi, Ruhut Sitompul: Pendukung Rumah Sebelah Kebakaran Jenggot
Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, video iklan yang menampilkan keberhasilan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun 65 bendungan dalam waktu dua musim, menuai polemik.
Iklan yang tayang di layar bioskop sebelum dimulainya film itu dianggap sebagian kalangan sebagai kampanye.
Para netizen pun tak sedikit yang memprotes. Bioskop sebagai ruang publik berbayar dianggap tak seharusnya memasukkan iklan yang dinilai mereka sebagai kampanye.
Iklan pemerintah di bioskop direspons netizen. Ada yang pro, ada pula yang memprotesnya. (Twitter)
Selain dari netizen, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menilai iklan semacam itu layak untuk dihentikan penayangannya.
"Saya setuju kalau iklan semacam itu dicopot saja," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Alasannya, menurut dia, iklan itu tidak hanya menyampaikan pencapaian pemerintah, tetapi lebih menonjolkan sosok Jokowi.
Hal itu dianggap akan menimbulkan tafsir yang berbeda bagi siapapun yang menyaksikannya.
• Maruarar Sirait Sebut Jokowi Iklan di Bioskop sebagai Kepala Negara Bukan Kandidat Capres
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden, pemerintahannya tak pernah memasang iklan di bioskop seperti pemerintahan Jokowi-JK.
Sebab, pemerintahan SBY menghindari hal- hal yang berpotensi melanggar peraturan kampanye.
"Kayaknya sih enggak ada. Dulu ya kita tidak (begitu) pemerintahan SBY melakukan hal-hal yang berpotensi melanggar aturan kampanye Pemilu," ujar Syarif, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Oleh karena itu, jika ada yang membandingkan pemerintahan Jokowi dan SBY dalam hal beriklan, Syarif menyebut pendapat itu sebagai sesuatu hal yang tidak mendasar.
• VIDEO Mobil Hotman Paris Dihentikan Wanita yang Minta Bantuan Kepadanya Sambil Menangis
Syarif juga berpendapat, seharusnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turun tangan untuk ikut menentukan apakah iklan pembangunan bendungan di bioskop tersebut termasuk melanggar aturan pemilu atau tidak.
Sementara setelah polemik iklan tersebut meluas, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membantah iklan itu merupakan bentuk dari kampanye sosok Jokowi.
"Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye.
Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui akun resmi Facebook, Rabu (12/9/2018).
Iklan yang diproduksi kementeriannya itu merupakan peran dan tugas yang memang sudah diamanahkan kepada Kemenkominfo sebagai humas pemerintah atau 'Government Public Relation'. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)