PGI Klarifikasi Isu Bayaran Sebesar Rp 50 Juta untuk Banser

Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Banser

TRIBUNWOW.COM – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) membuat klarifikasi terhadap tuduhan yang diberitakan kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Tuduhan ini berasal video viral di sosial media yang mengatakan bahwa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dibayar Rp 50 juta rupiah pada saat pengamanan gereja ketika malam natal dan tahun baru.

Islam Dipolitisasi, Begini Penyataan Sikap dari GP Ansor

Dalam video tersebut, seseorang yang bernama Steven Indra Wibowo mengaku anak dari salah satu ketua PGI.

Steven membuat pernyataan bahwa Banser dibayar Rp 50 juta untuk untuk penjagaan di gereja pada malam natal dan tahun baru.

Akan tetapi PGI membatah semua pernyataan tersebut.

Dalam press rilis nya di pgi.or.id, Senin (3/9/2018) PGI menyampaikan 4 hal berikut ini:

"1. Berdasarkan pemeriksaan kami, orang yang mengaku sebagai anak dari Ketua PGI tersebut tidak dikenal dalam lingkungan PGI.

2. Dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan-perayaan gerejani lainnya, PGI tidak pernah menyediakan dan mengeluarkan dana untuk biaya pengamanan. Bagi PGI, pengamanan perayaan hari-hari besar adalah tugas dan tanggung-jawab Kepolisian dan aparat negara lainnya.

3. PGI sangat menghargai inisiatif dan prakarsa yang timbul di masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengamanan perayaan hari-hari besar sebagai wujud kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk, sebagaimana selama ini ditunjukkan oleh Banser NU, GP Ansor dan lainnya.

Komentar-komentar Mengejutkan Banjiri Pertemuan Afi dengan GP Ansor dan Banser NU

Ketua Umum GP Ansor Apresiasi Putunsan PTUN Jakarta yang Tolak Gugatan HTI

Prakarsa dan kerjasama bagus seperti ini hendaknya tidak dirusak oleh isu yang tidak bertanggungjawab yang dapat menegasikan semangat gotong royong dan kesukarelawanan yang sudah lama tumbuh di masyarakat.

4. PGI meminta gereja-gereja dan masyarakat untuk tidak terpancing atas beredarnya video tersebut dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, seraya terus membangun kerjasama lintas suku, ras dan agama."

 (TribunWow.com/Gigih Prayitno)