Kanal

Upaya Penghematan Kas Negara Rp 28,7 Triliun, Pemerintah Luncurkan B20 Pengganti Solar Murni

BIODIESEL 20 PERSEN - Kasubdit Pelayanan dan Pengawasan Usaha Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Edi Wibowo memperlihatkan bahan bakar biodiesel pada acara Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20 persen (B20) di PT Pertamina Cabang Bandung, Jalan Wirayudha, Kota Bandung, Kamis (4/2/2016). - Tribun Jabar/Gani Kurniawan

TRIBUNWOW.COM - Kebijakan baru pemerintah mengganti bahan bakar solar murni dengan Biodiesel 20 atau B20, pada Senin (1/9/2018), merupakan upaya penghematan kas negara tahun 2018 sebesar Rp 28,7 triliun.

Karena satu dari beberapa penyebab besarnya defisit neraca perdagangan saat ini hingga mencapai sekitar USD 1,1 miliar adalah tingginya impor migas yang mencapai lebih dari USD 5 miliar.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ekon.go.id, Senin (1/9/2018), hal tersebut diungkapkan Menteri Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Peluncuran Perluasan Mandatori B20 di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

"Melalui optimalisasi dan perluasan pemanfaatan B20 ini, diperkirakan akan terdapat penghematan sekitar USD 2 miliar pada sisa 4 (empat) bulan terakhir tahun 2018. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional," ujar Darwin Nasution dalam keterangan tertulisnya.

5 Personil Super Junior Tertangkap Kamera Tengah Jalan-jalan di Mal Jelang Asian Games, Elf Heboh

Biodiesel 20 atau B20 merupakan campuran bahan bakar nabati (minyak sawit) sebanyak 20 persen dengan bahan bakar minyak (BBM) solar.

Penggunaan B20 tidak hanya digunakan untuk public service obligation (PSO) namun juga non PSO meliputi alat berat hingga untuk keperluan industri.

Apabila Badan Usaha BBM tidak melakukan pencampuran, dan Badan Usaha BBN tidak dapat memberikan suplai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) ke BU BBM akan dikenakan denda yang cukup berat, yaitu Rp. 6.000 per liter.

Bantah Benci Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Suka Cara Dia Pimpin Negeri, Penuh Senda Gurau

Beberapa pengecualian dapat diberlakukan terutama terhadap Pembangkit Listrik yang menggunakan turbine aeroderivative, alat utama sistem senjata (alutsista), serta perusahaan tambang Freeport yang berlokasi di ketinggian.

Terhadap pengecualian tersebut digunakan B0 setara Pertadex.

Sebelumnya, kebijakan kewajiban pencampuran bahan bakar solar dengan B20 telah dimulai tahun 2016, namun penerapannya belum optimal.

“Maka, acara ini diharapkan menjadi titik tolak pemanfaatan biodiesel 20% di semua sektor secara menyeluruh,” ujar Darmin Nasution.

Darmin yakin kebijakan ini bisa berbuah cepat bagi negara, terutama untuk penghematan devisa karena solar dicampur minyak CPO.  (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Tsamara Amany Komentari Lolosnya M Taufik Eks Napi Korupsi sebagai Bakal Calon Legislatif

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
.

Berita Populer