Sindir Proyek Hambalang, Politikus Demokrat: Program Ini Tidak Boleh Terpenjara untuk Opini Semata

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ferdinand Hutahaean

TRIBUNWOW.COM - Proyek wisma atlet yang ada di Hambalang saat ini belum diteruskan.

Mengomentari hal tersebut, politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan sindiran pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Twitter @LawanPolitikJKW, Jumat (24/8/2018).

Ferdinand mengatakan jika pembangunan ini baru akan dimulai ketika 2019 telah berganti presiden.

"Sy berjanji akan memperjuangkan Menyelesaikan Pembangunan Wisma Atlet Hambalang 2019 nantinsetelah #2019GantiPresiden

Wisma atlet ini program bagus utk pembinaan atlet. Yg korupsi sdh dipenjara, tp program ini tdk blh terpenjara utk opini semata.

Pembinaan atlet hrs total," tulis Ferdinand.

Tanggapi Permintaan Jokowi pada TNI dan Polri, Gerindra: Belum Waktunya Kampanye

Kicauan Ferdinand Hutahaean (Capture Twitter @LawanPolitikJKW)

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, Jokowi mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat yang mangkrak.

Jokowi mengatakan niatnya untuk melanjutkan proyek ini adalah untuk menyelamatkan aset negara.

"Yang penting itu penyelamatan aset negara. Kalau dibiarkan berarti akan kehilangan dana anggaran dan aset," ujar Jokowi kepada wartawan di Kompleks Olahraga Hambalang, Sentul, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016).

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan terkait sulitnya proyek Hambalang.

Ia mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan sulitnya membangun Hambalang.

Bahkan terancam untuk tidak dilanjutkan.

Yusril Sebut PBB Lebih Sreg Dukung Pasangan yang Ada Ulamanya, Sekjen PKB Beri Tanggapan

Yang pertama hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) menyatakan proyek ada kerugian dan yang ke dua, konstruksi bangunan tak sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal tersebut dinyatakannya saat berkunjung ke kantor redaksi Tribunnews di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018).

"Review BPKP, ada kerugian, temuan, baik oleh BPKP maupun oleh WIKA-yah. WIKA ini masih nagih ke Kemenpora, kira-kira (Rp) 200 miliar. Yang ke dua konstruksi, terus terang Hambalang dulu itu AMDAL-nya tiga lantai. tapi yang terbangun sampai tujuh," kata Imam Nahrawi.

Oleh sebab itu, Imam Nahrawi mengurungkan niatnya untuk melanjutkan proyek Hambalang tersebut, meskipun menurut Menteri Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR diakuinya masih bisa dilanjutkan dari sudut pandang konstruksi.

Imam Nahrawi merencanakan membangun proyek yang sama di lokasi yang berbeda. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)