TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan beberapa hal yang dibicarakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pertemuan mereka di kediaman SBY, kawasan Mega Kuningan, Kamis (9/8/2018) pagi tadi.
Dilansir TribunWow dari Kompas.com, Muzani menjelaskan bahwa ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung selama 40 menit itu.
Pembahas yang pertama adalah soal pengusungan calon presiden Prabowo dan wakilnya.
• Komentari Sindiran Jendral Kardus, Gede Pasek Suardika: Katanya Gak Minta Cawapres?
"Pertama, pertemuan itu adalah pertemuan yang digunakan oleh beliau untuk membicarakan kelanjutan koalisi antara Partai Demokrat dan Gerindra tentang pengusungan calon presiden Prabowo dan wakilnya," kata Muzani di kediaman Prabowo, kawasan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018).
Kedua, kata dia, Prabowo berdiskusi sejumlah hal-hal alternatif dengan SBY. Namun, Muzani tak menjelaskan lebih lanjut maksud hal-hal alternatif tersebut.
Ketiga, Prabowo mendiskusikan power sharing bersama SBY ketika nantinya Prabowo dan cawapresnya terpilih di Pilpres 2019 nanti.
"Intinya seperti itu. Dan yang terakhir keduanya sepakat untuk melanjutkan hubungan komunikasi ini lebih intens lagi karena waktu yang makin mendesak," kata dia.
• Andi Arief Tuding Sandiaga Uno Sempat Berupaya Gulingkan Prabowo Subianto
Muzani juga menuturkan, Prabowo direncanakan akan mendeklarasikan diri bersama cawapresnya di kediaman Prabowo pada Kamis (9/8/2018) malam.
Muzani menyatakan saat ini kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto tersisa dua nama, yaitu Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) dan kader Partai Gerindra yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Namun setelah pertemuan, Muzani mengaku dua nama tersebut masih belum dikerucutkan.
"Beliau (Prabowo, red) akan mengintensifkan itu dan hasil intensitas komunikasi akan mengerucut pada satu nama nanti," pungkas Muzani. (TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)