Rizal Ramli Bagikan Data Penduduk Miskin: Gus Dur 9x Lebih Cepat Turunkan Kemiskinan daripada Jokowi

Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rizal Ramli

TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menggunggah sebuah data laju kemiskinan dari tahun 1998 hingga Maret 2018.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Instagram, @rizalramli, yang diunggah, pada Senin (6/8/2018).

Rizal Ramli mengatakan apabila pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meski hanya 21 bulan telah berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 5,05 persen.

Prestasi tersebut merupakan prestasi tertinggi jika dibandingkan dengan era Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintahan Gus Dur, meski hanya 21 bulan, berhasil ciptakan laju penurunan kemiskinan sebesar 5,05 persen (tertinggi sejak 1998 hingga Maret 2018)," tulis Rizal Ramli.

Jubir PSI: SBY Wariskan Inflasi yang Sangat Tinggi kepada Pak Jokowi Sebesar 8,3 Persen

Dari data yang ia unggah, tampak pada era Gus Dur laju penduduk miskin turun hingga 10,1 juta jiwa dalam dua tahun, atau 5,05 juta jiwa per tahun (2,5 persen per tahun).

Sedangkan pada era Megawati, laju penduduk miskin turun 1,74 persen menjadi 0,57 juta jiwa (0,58 persen) setiap tahunnya.

Penurunan juga terjadi pada era SBY dengan 0,85 juta jiwa setiap tahun, di mana SBY berhasil menurunkan 8,5 juta jiwa dalam 10 tahun pemerintahannya (0,56 persen/tahun).

Sementara itu, pada era Jokowi laju penduduk miskin turun 1,7 juta jiwa selama 4 tahun (1,14 persen) atau 0,43 juta jiwa per tahunnya (0,28 persen/tahun).

Dari data tersebut, tertulis kesimpulan yang menyebutkan model ekonomi yang diterapkan oleh Gus Dur hampir lebih cepat 5 kali dari era Megawati dan SBY, dan lebih cepat 9 kali dari era Jokowi dalam menurunkan laju kemiskinan.

Budiman Sudjatmiko: Kalau Saya Dianggap Enggak Tahu Diri Debat dengan AHY, Tsamara Amany juga Bagus

Postingan Rizal Ramli (Capture/Instagram)

Sementara itu, dari data BPS yang dirangkum oleh Kompas.com sejak 1970 hingga 2018, tren angka kemiskinan cenderung menurun meski sempat naik di tahun 1996, 1998, 2002, 2005, 2006, 2013, 2015, dan 2017.

Kemiskinan tertinggi terjadi pada 1970, di mana terdapat 60 persen penduduk yang masuk kategori miskin atau 70 juta jiwa.

Sementara angka terendah, ditunjukkan pada data BPS bulan Maret 2018, yakni 9,82 persen dengan 25,95 juta penduduk miskin.

Pertama kalinya angka kemiskinan di Indonesia berada di bawah 10 persen.

Berikut ini perbandingan angka kemiskinan dari masa ke masa, dibagi berdasarkan presiden yang memimpin saat itu (referensi data setiap tahun diambil pada Februari):

1. Era Presiden Soeharto

1970 : Angka kemiskinan 60 persen dengan 70 juta jiwa.
1976 : Angka kemiskinan turun menjadi 40,1 persen dengan 54,2 juta jiwa.
1978 : Angka kemiskinan turun menjadi 33,3 persen dengan 47,2 juta jiwa.
1980 : Angka kemiskinan turun menjadi 28,6 persen dengan 42,3 juta jiwa.
1981 : Angka kemiskinan turun menjadi 26,9 persen dengan 40,6 juta jiwa.
1984 : Angka kemiskinan turun menjadi 21,2 persen dengan 35 juta jiwa.
1987 : Angka kemiskinan turun menjadi 17,4 persen dengan 30 juta jiwa.
1990 : Angka kemiskinan turun menjadi 15,1 persen dengan 27,2 juta jiwa.
1993 : Angka kemiskinan turun menjadi 13,7 persen dengan 25,9 juta jiwa.
1996 : Angka kemiskinan naik menjadi 17,47 persen dengan 34,01 juta jiwa.

2. Era Presiden BJ Habibie

1998 (Desember) : Angka kemiskinan naik menjadi 24,2 persen dengan 49,5 juta jiwa.
1999 (Februari) : Angka kemiskinan turun menjadi 23,43 persen dengan 47,97 juta jiwa.

Ruhut Sitompul: Yang Disampaikan Pak Jokowi pada Relawan Tolong Dengarlah secara Utuh, Itulah Fakta

3. Era Presiden Abdurrahman Wahid

2000 : Angka kemiskinan turun menjadi 19,14 persen dengan 38,74 juta jiwa.
2001 : Angka kemiskinan turun menjadi 18,41 persen dengan 37,87 juta jiwa.

4. Era Presiden Megawati Soekarnoputri

2002 : Angka kemiskinan naik menjadi 18,20 persen dengan 38,39 juta jiwa. Meski persentase turun, jumlah penduduk miskin meningkat.
2003 : Angka kemiskinan turun menjadi 17,42 persen dengan 37,34 juta jiwa.
2004 : Angka kemiskinan turun menjadi 16,66 persen dengan 36,15 juta jiwa.

5. Era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono

2005 : Angka kemiskinan naik menjadi 16,69 persen dengan 36,8 juta jiwa.
2006 : Angka kemiskinan naik menjadi 17,75 persen dengan 39,3 juta jiwa.
2007 : Angka kemiskinan turun menjadi 16,58 persen dengan 37,17 juta jiwa.
2008 : Angka kemiskinan turun menjadi 15,42 persen dengan 34,96 juta jiwa.
2009 : Angka kemiskinan turun menjadi 14,15 persen dengan 32,53 juta jiwa.
2010 : Angka kemiskinan turun menjadi 13,33 persen dengan 31,02 juta jiwa.
2011 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 12,49 persen dengan 30,12 juta jiwa.
2011 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 12,36 persen dengan 30,01 juta jiwa.
2012 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 11,96 persen dengan 29,25 juta jiwa.
2012 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 11,6 persen dengan 28,71 juta jiwa.
2013 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 11,36 persen dengan 28,17 juta jiwa.
2013 (September) : Angka kemiskinan naik menjadi 11,46 persen dengan 28,61 juta jiwa.
2014 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 11,25 persen dengan 28,28 juta jiwa.
2014 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 10,96 persen dengan 27,73 juta jiwa.

Reaksi Fahri Hamzah saat Cuitannya yang Mirip dengan Pidato Jokowi Diungkit ke Publik

6. Era Presiden Joko Widodo

2015 (Maret) : Angka kemiskinan naik menjadi 11,22 persen dengan 28,59 juta jiwa.
2015 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 11,13 persen dengan 28,51 juta jiwa.
2016 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 10,86 persen dengan 28,01 juta jiwa.
2016 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 10,7 persen dengan 27,76 juta jiwa.
2017 (Maret) : Angka kemiskinan naik menjadi 10,64 persen dengan 27,77 juta jiwa. Meski persentase turun, jumlah penduduk miskin meningkat.
2017 (September) : Angka kemiskinan turun menjadi 10,12 persen dengan 26,58 juta jiwa.
2018 (Maret) : Angka kemiskinan turun menjadi 9,82 persen dengan 25,95 juta jiwa. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)