TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan tanggapan atas pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menuai kontroversi.
Seperti diketahui sebelumnya, pidato itu terkait pernyataan 'siap untuk berkelahi' jika diajak oleh lawan politik.
Dilansir TribunWow.com, Andreas Hugo Pareira memberikan tanggapannya melalui program 'Apa Kabar Indonesia Malam' di tvOne, Minggu (5/8/2018).
• Yunarto Wijaya: Sekarang Buzzer Sibuk Jungkir Balik Bikin Pengondisian Tema Debat
Andreas menilai jika pro kontra adalah hal yang wajar dalam dinamika politik jelang Pilpres 2019.
Dirinya mengatakan banyak pihak yang berseberangan dengan Jokowi akan memanfaatkan arahan itu untuk kepentingan politik mereka.
"Memang kalau pihak yang berseberangan dengan Pak Jokowi di Pilpres, pasti mencari alasan untuk kemudian mengkritik apa yang Pak Jokowi sampaikan. Saya kira ini hal yang wajar dan biasa dalam dinamika," kata Andreas.
• Waketum Gerindra: Tiga Partai Telah Memberikan Keleluasaan Penuh pada Prabowo untuk Cawapres
"Cuma tinggal apakah yang dikritik itu cukup masuk akal atau tidak, pas dengan konteksnya atau tidak," lanjut dia.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas dalam menilai segala sesuatu termasuk arahan 'berkelahi' Jokowi kepada relawannya.
"Masyarakat bisa menilai bahwa mana yang kritikan yang konstruktif dengan dasar fakta-fakta yang ada atau sekedar asal kritik, asal bunyi ini akan kelihatan," terang Andreas.
"Faktor tidak suka, faktor mencari poin dari kritikan tersebut saya kira ini bagian dalam dinamika hal yang wajar," imbuh dia.
• Rachland Nashidik: Daripada Sibuk Komentar, Lebih Baik Kalian Melatih Presiden Berpidato
Kendati demikian, dirinya menegaskan poin penting dalam arahan itu untuk memberikan semangat kepada para relawan.
"Motivasi orang untuk tidak takut. Beliau memberikan semangat kepada relawannya, jangan takut, mundur tapi berani menghadapi berbagai situasi. Saya kira ini adalah kalimat motivasi bukan kalimat menghasut atau memprovokasi," ungkap Andreas.
"Saya kira disini justru problemnya pada yang mengintrepretasi bukan pada Pak Jokowi yang menyampaikan itu," tegas dia.
Simak video selengkapnya di bawah ini: