KPK Beri Sepeda untuk Pengungkap Kasus Novel Baswedan, Teddy Gusnaidi: Itu Bukan Kewenangan KPK

Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Teddy Gusnaidi dan Novel Baswedan

TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusniadi menanggapi kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memberikan sepeda bagi siapapun yang mampu mengungkap pelaku kasus penyerangan Novel Baswedan.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @TeddyGusnaidi , Jumat (27/7/2018), Teddy menyebut bahwa kebijakan KPK itu sebagai tindakan korupsi karena  menggunakan dana KPK untuk kepentingan pribadi.

Teddy menambahkan bahwa kasus Novel Baswedan merupakan kasus pribadi dan bukan kasus politik.

Sehingga, menurutnya, penyelidiakan kasus Novel Baswedan bukanlah kewenangan KPK.

Unggah Foto Bersama Raisa, Dian Sastro Banjir Pujian

"Ini namanya korupsi kan? karena gunakan Dana @KPK_RI untuk kepentingan pribadi. Bagaimana bisa KPK malah melakukan hal ini?

KPK juga bukan babysitter Novel baswedan. Kasus Novel adalah kasus pribadi, bukan kasus politik. Kalaupun ini kasus politik, itu bukan kewenangan KPK," tulisnya.

Diketahui, KPK mengadakan sayembara bagi orang yang bisa menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Pegawai KPK menyiapkan hadiah berupa sepeda bagi siapa pun yang bisa memenangkan sayembara.

Bersihkan Kaca Jendela Rumah tanpa Bantuan ART, Sarwendah: Kalau Bisa Dikerjakan Sendiri

"Sepeda ini akan terus ada di depan lobi KPK sampai pelakunya ditemukan," ujar Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di Gedung KPK Jakarta, Jumat (27/7/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Sayembara ini sekaligus bentuk kekecewaan para pegawai KPK terhadap lambatnya pengungkapan pelaku penyerangan.

Pegawai KPK menuntut Presiden Joko Widodo mendorong kepolisian segera mengungkap pelaku penyerangan.

"Sepeda kami taruh di sini sebagai simbol bahwa kami tidak akan pernah berhenti untuk mendukung pengungkapan kasus Bang Novel, bahkan sampai 2019, 2020, dan seterusnya," kata Yudi.

Novel menjalani hari pertama kembali bekerja di Gedung KPK Jakarta, Jumat ini.

Kehadiran Novel Baswedan kali ini disambut meriah oleh ratusan pegawai KPK, aktivis antikorupsi, hingga mantan pimpinan KPK. (TribunWow.com/Woro Seto)

(Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari KPK soal pendanaan sayembara tersebut).

Ahmad Dhani Niat Jual Rumah Demi Prabowo, Yunarto Wijaya: Itu Utang Sama Pedagang Udah Bayar Belum?