TRIBUNWOW.COM - Gelandang Timnas Jerman, Toni Kroos menyebut bahwa tersingkirnya Jerman dari ajang Piala Dunia 2018 bukan karena ketidakberuntungan, dilansir TribunWow dari The Guardian.
Secara mengejutkan, juara Piala Dunia 2014 Jerman harus tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Korea Selatan 2-0 pada laga pamungkas penyisihan grup F, Rabu (27/6/2018).
Hal ini tentu menambah daftar 'kutukan' juara Piala Dunia yang sering gagal di fase grup.
Sebut saja juara Piala Dunia 1998 Prancis, tak tembus 16 besar di Piala Dunia 2002.
• Pelatih Kolombia: Kondisi James Rodriguez Sangat Mengkhawatirkan
Juara Piala Dunia 2006 Italia, gagal lolos fase grup di Piala Dunia 2010.
Spanyol yang menang Piala Dunia 2010 juga gagal tembus fase grup di Piala Dunia 2014.
Kini, di Piala Dunia 2018 terjadi lagi, Die Mannschaft gagal mempertahankan gelar prestisnya tersebut.
Ketika diwawancara, Toni Kroos yang bisa dibilang sebagai 'juru kunci' Timnas Jerman menyebut hal pahit ini pantas didapatkan tim yang punya julukan Der Panzer tersebut.
• Zlatan Ibrahimovic: Siapapun yang Bermain melawan Swedia Pasti Akan Mengalami Kesulitan
Menurutnya, kegagalan ini bukan merupakan ketidakberuntungan atau kutukan yang selama ini sering disebut-sebut, melainkan karena para punggawa Timnas Jerman tak berusaha optimal untuk meraih kemenangan.
"Pada akhirnya kami memang tak bermain maksimal," tutur gelandang yang juga merumput di Real Madrid itu.
"Sejujurnya, jika kami tak menghasilkan gol setelah 90 menit ketika melawan Korea Selatan, maka kami tak berhak untuk lolos ke fase berikutnya.
Kami mendapatkan apa yang seharusnya kami dapatkan.
Kami bukannya tidak beruntung, hal seperti ini tak semata soal beruntung dan tidak beruntung," (TribunWow.com/Maria Novena Cahyaning Tyas)