Faizal Assegaf Sebut Pernyataan Said Didu adalah Ciri Eks Pejabat yang Doyan Bobok Siang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Faizal Assegaf dan Said Didu

TRIBUNWOW.COM - Faizal Assegaf selaku ketua progres 98 membalas pernyataan Muhammad Said Didu yang merupakan mantan Staf Khusus Menteri ESDM.

Awalnya, Said Didu menuliskan kritikannya pada pemimpin negara melalui akun Twitter, @saididu, Kamis (20/6/2018).

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM tersebut mengatakan bahwa pemimpin akan memasuki titik kritis bagi negara ketika sudah berpandangan bahwa rakyat, bangsa, dan negara lah yang membutuhkan dirinya sebagai pemimpin.

Rustam Ibrahim Sindir Ekonom yang Sering Mengkritik Utang Indonesia

Said Didu menambahkan pada titik kritis tersebut, akan muncul sikap otoriter dan seakan melalukan apa saja.

"Pemimpin akan memasuki titik kritis bagi Negara jika sudah berpandangan bahwa rakyat, bangsa, dan Negara lah yang membutuhkan dirinya, karena pada titik inilah muncul sikap otoriter dan seakan sah melakukan apa saja," tulis Said Didu.

Tweet Said Didu (Capture Twitter)

Redi Susilo Sebut Terminal Bandara Soeta Aman dan Nyaman, Fahri Hamzah Buat Gerakan Terima Kasih SBY

Atas pernyataan tersebut, Faizal mengatakan bahwa yang dituliskan oleh Said Didu adalah ciri kesimpulan eks pejabat yang mulai doyan bobo siang.

Hal tersebut disampaikan Faizal melalui akun Twitter-nya, @Faizalassegaf, Jumat (22/6/2018).

Menurut Faizal, ada 5 tabiat menonjol dari para pejabat yang sudah tidak berkuasa.

Setor Tunai di BCA dan Mandiri selama Libur Lebaran Capai Belasan Triliun Rupiah

5 tabiat tersebut adalah klaim paling berjasa, sok berpengalaman, merasa paling bijak, gemar nyerocos (berbicara), dan post power syndorme.

Post power syndrome merupakan gejala yang terjadi dimana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya.

Dari 5 tabiat tersebut kemudian membutakan nurani dan akal sehat mereka.

"Ini ciri kesimpulan eks pejabat yang mulai doyan bobo siang. Ada 5 tabiat menonjol dari mereka saat sudah tidak berkuasa:

1. klaim paling berjasa
2. sok berpengalaman
3. merasa paling bijak
4. gemar nyerocos
5. post power syndrome

Watak demikian membutakan nurani & akal sehat mereka!," jawab Faizal.

Bertemu dengan Cak Imin, Megawati: Ini Ada Si Anak Hilang, yang Sudah Balik Lagi

Tweet Balasan Faizal Assegaf (Capture Twitter)

(Tribunwow/Tiffany Marantika)