TRIBUNWOW.COM - Bom gereja di Surabaya mendapat banyak pemberitaan dari media asing.
Dilansir TribunWow.com dari express.co.uk, Minggu (13/5/2018), Jemaah Ansharut Daulah (JAD) menjadi dalang dalam peristiwa pengeboman ketiga gereja.
Media tersebut menuliskan pada headline beritanya bahwa serangan bom gereja ini diyakini dilakukan oleh kelompok dengan faham negara Islam yaitu JAD.
Anggota Densus 88 sedang mendekati sebuah rumah yang dihuni terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Rabu (21/12/2016). (Kompas TV)
• Ledakan Bom di Surabaya, Dari Presiden hingga Wwali Kota Kunjungi TKP, Begini Ekspresi Risma
Berita tersebut ditulis pada pukul 05.20 waktu setempat dan diedit kembali pada pukul 08.26.
Judul teror bom meledak di tiga gereja yang menyebabkan banyak kerusakan digunakan express.co.uk.
Media ini juga melakukan pengamatan melalui CCTV yang telah beredar dan tayangan televisi.
Dalam berita tersebut, media ini juga mengaitkan bahwa peristiwa ini terjadi karena kerusuhan napi Mako Brimob.
"Bom yang meledak hanya selang beberapa hari setelah tahanan militan membunuh lima anggota anti teror.
Selama 36 jam mengalami kebuntuan di dalam penjara dengan keamanan tinggi di Kota Jakarta," tulis express.co.uk.
• Kadiv Humas Polri Rilis Informasi Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Cianjur
Berita mengenai ledakan bom di Surabaya ini juga mengingatkan hal tersebut juga pernah terjadi di Sarinah Thamrin, Jakarta.
Juga bom Bali yang diprakarsai oleh Al Qaeda pada tahun 2000.
Sergapan Densus 88 di Cianjur (kompas.com)
Sementara itu, dilansir dari kompas.com, Densus 88 antiteror telah menangkap empat terduga teroris terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah di hari yang sama dengan peristiwa Bom Surabaya.
Bom Surabaya ini terjadi di tiga gereja dengan waktu yang hampir bersamaan.
Bom pertama di gereja Santa Maria Tak Bercela pada pukul 07.15.
Disusul ledakan di gereja Kristen Indonesia pukul 07.45.
Dan ledakan terakhir di gereja Pantekosta pukul 07.50. (Tribunwow.com/Tiffany Marantika)